Pesona Pagoda Emas di Tanah Karo

Pagoda Emas Taman Alam Lumbini menjadi destinasi wisata religi dan alam favorit di Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Yayan Prantoso - Rabu, 27 Mei 2026 - 08:06 WIB
Pagoda di taman alam Lumbini.
Pagoda di taman alam Lumbini. - foto instagram @travelingsumut

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

KARO – Berwisata ke luar negeri untuk menikmati kemegahan pagoda khas Asia Tenggara kini bukan lagi satu-satunya pilihan. Di kawasan pegunungan Sumatera Utara, tepatnya di Kabupaten Karo, terdapat destinasi wisata religi sekaligus wisata alam yang menghadirkan suasana menyerupai Myanmar, yakni Taman Alam Lumbini.

Tempat wisata ini menawarkan perpaduan antara arsitektur megah, panorama alam pegunungan, serta atmosfer spiritual yang menenangkan. Lokasinya berada di Desa Tongkoh, Kecamatan Dolatrayat, Kabupaten Karo, sekitar 50 kilometer dari Kota Medan atau sekitar dua jam perjalanan darat.

Karena berada tidak jauh dari kawasan wisata Berastagi, Taman Alam Lumbini kerap menjadi destinasi favorit wisatawan yang ingin menikmati udara sejuk khas dataran tinggi Karo.

Kawasan wisata seluas sekitar tiga hektare tersebut dikenal luas karena memiliki replika Pagoda Shwedagon, bangunan ikonik yang sangat terkenal di Myanmar. Replika itu menjadi daya tarik utama karena desain dan detail arsitekturnya dibuat menyerupai bangunan asli di Yangon.

Advertisements

Bahkan, pagoda di Taman Alam Lumbini disebut sebagai replika tertinggi kedua di luar Myanmar sekaligus menjadi pagoda tertinggi di Indonesia.

Kemegahan bangunan langsung terlihat sejak pengunjung memasuki area utama. Warna emas yang mendominasi hampir seluruh bagian bangunan menghadirkan kesan mewah sekaligus sakral. Karena itulah masyarakat lebih mengenalnya dengan sebutan Pagoda Emas.

Saat terkena sinar matahari, permukaan bangunan tampak berkilau dan menciptakan pemandangan yang memikat mata. Keindahan pagoda tidak hanya terletak pada ukurannya yang besar, tetapi juga detail ornamen yang menghiasi setiap sudut bangunan.

Relief bernuansa Buddha, ukiran khas Asia, hingga patung artistik tersusun rapi dan memperkuat nuansa spiritual di kawasan tersebut. Seluruh elemen arsitektur dirancang dengan detail sehingga menghadirkan kesan autentik layaknya berada di negara asalnya.

Advertisements

Sebelum mencapai area pagoda utama, wisatawan akan melewati jembatan gantung yang menjadi salah satu ikon Taman Alam Lumbini. Jembatan sepanjang sekitar 20 meter itu dikenal dengan nama Titi Lumbini dan menjadi spot favorit pengunjung untuk berfoto.

Suasana di sekitar jembatan terasa semakin menarik karena dihiasi deretan lentera yang menggantung di sepanjang jalur penyeberangan. Saat angin pegunungan bertiup perlahan, lentera-lentera tersebut bergerak lembut dan menciptakan suasana tenang sekaligus romantis.

Di bawah jembatan, hamparan taman hijau tertata rapi dengan aneka tanaman hias yang berpadu harmonis bersama pepohonan alami di sekitarnya.

Kondisi alam yang masih asri membuat kawasan ini memiliki udara yang sangat sejuk. Suasana hening khas pegunungan berpadu dengan panorama taman yang tertata apik menciptakan kenyamanan tersendiri bagi para pengunjung.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
Idul Adha 3 Idul Adha 2 Idul Adha

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements