LAMPUNG BARAT – Kemunculan seekor ular sanca berukuran raksasa di kawasan perkebunan kopi milik warga Pemangku Sunur II, Pekon Giham Sukamaju, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat, membuat para petani diliputi rasa khawatir. Reptil tersebut dilaporkan telah berulang kali terlihat di area perkebunan yang setiap hari menjadi tempat warga beraktivitas.
Berdasarkan keterangan warga, ular sanca itu diperkirakan memiliki panjang hampir lima meter dengan diameter tubuh sebesar kaleng cat berukuran 5 kilogram. Saat melingkar, tinggi tubuhnya diperkirakan mencapai sekitar satu meter sehingga menimbulkan rasa takut bagi warga yang melihatnya.
Ular tersebut beberapa kali terlihat di kebun kopi milik Badri maupun di sejumlah kebun warga lainnya. Kemunculan yang terus berulang membuat para petani meningkatkan kewaspadaan saat bekerja di areal perkebunan.
Salah seorang warga, Nawir, mengatakan ular sanca raksasa itu sedikitnya sudah lima kali terlihat oleh masyarakat.
"Sudah lima kali warga melihat ular tersebut dan tentu sangat mengkhawatirkan. Kami sebagai warga Sunur 2, Pekon Giham Sukamaju, Kecamatan Sekincau, berharap ada ahli atau tim penjinak ular yang dapat menangkap ular tersebut," ujar Nawir, Jumat (24/7).
Menurut Nawir, warga kini lebih berhati-hati ketika memasuki kebun. Mereka saling mengingatkan agar tidak bekerja seorang diri serta terus memperhatikan kondisi sekitar untuk mengantisipasi kemunculan ular tersebut.
Masyarakat berharap instansi terkait, relawan, maupun komunitas penyelamat satwa dapat segera turun ke lokasi guna melakukan pencarian dan evakuasi ular secara aman. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keselamatan warga sekaligus melindungi satwa liar agar tidak menjadi korban.
Hingga berita ini diturunkan, ular sanca tersebut belum berhasil ditemukan maupun dievakuasi. Warga Pemangku Sunur II pun tetap meningkatkan kewaspadaan karena khawatir ular berukuran raksasa itu kembali muncul di kawasan perkebunan kopi.