Kebakaran Gudang Solar di Pesawaran, Damkar Hadapi Kendala Pemadaman

Api dan asap hitam pekat membumbung tinggi saat gudang diduga solar terbakar di Pesawaran.
Krisna Jeri - Senin, 08 Jun 2026 - 17:59 WIB
Damkar Pesawaran kerahkan personel dan foam untuk padamkan kebakaran gudang diduga solar.
Damkar Pesawaran kerahkan personel dan foam untuk padamkan kebakaran gudang diduga solar. - Krisna Jeri

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

PESAWARAN – Kebakaran hebat melanda sebuah bangunan gudang yang diduga menjadi lokasi penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Jalan Kogob, akses menuju Perumahan Srimulyo Permai, Kabupaten Pesawaran, Senin, 8 Juni 2026.

Insiden tersebut langsung menyita perhatian warga sekitar. Lidah api terlihat menjulang tinggi dengan kepulan asap hitam pekat yang membumbung ke udara dan dapat disaksikan dari jarak cukup jauh.

Kondisi ini memicu kepanikan masyarakat di sekitar lokasi yang memilih menjauh demi menghindari risiko bahaya lanjutan.

Informasi sementara yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa titik awal kebakaran diduga berasal dari area gudang yang disebut-sebut digunakan sebagai tempat penyimpanan solar.

Advertisements

Dugaan tersebut diperkuat oleh karakter api yang cepat membesar, sulit dikendalikan, serta asap hitam pekat yang mengindikasikan adanya bahan mudah terbakar.

"Kayaknya gudang solar, Om," ujar salah seorang warga yang menyaksikan kejadian di lokasi.

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih belum dapat dipastikan. Aparat terkait masih melakukan pendalaman untuk mengetahui sumber api sekaligus memastikan aktivitas yang berlangsung di dalam gudang tersebut.

Petugas pemadam kebakaran Posko Pesawaran, Fadila, mengungkapkan bahwa proses pemadaman mengalami kendala karena objek yang terbakar merupakan bahan bakar minyak.

Advertisements

“Dari Pesawaran kami menurunkan empat personel, kemudian dibantu dari Lampung Selatan dengan tiga unit kendaraan pemadam dan satu unit dari Pesawaran. Kendala utama saat pemadaman karena ini kebakaran minyak atau solar. Kami membutuhkan busa atau foam untuk membantu pemadaman, karena kalau hanya menggunakan air justru berisiko,” ujar Fadila di lokasi kejadian.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan foam menjadi langkah utama mengingat sifat solar yang mudah menyebar dan sulit dipadamkan dengan metode konvensional.

“Untuk durasi pemadaman kami belum bisa memastikan berapa lama, karena tergantung kondisi di lapangan. Saat ini sudah dilakukan pendinginan dan kondisinya mulai terkendali, tinggal proses lanjutan,” tambahnya.

Selama proses pemadaman berlangsung, lokasi kebakaran sempat dipadati warga yang ingin menyaksikan kejadian tersebut.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements