BANDAR LAMPUNG – Toyota Corolla DX menjadi salah satu sedan klasik paling ikonik yang pernah dipasarkan Toyota.
Mengusung kode bodi KE70, mobil ini dikenal sebagai generasi terakhir Corolla yang menggunakan sistem penggerak roda belakang (Rear Wheel Drive/RWD) sebelum Toyota beralih ke penggerak roda depan pada generasi berikutnya.
Berkat mesin yang tangguh, konstruksi sederhana, dan perawatan yang mudah, Corolla DX hingga kini tetap menjadi favorit kolektor maupun pecinta mobil klasik di Indonesia.
Toyota memperkenalkan Corolla DX pada akhir dekade 1970-an sebagai bagian dari Corolla generasi keempat (E70).
Di Indonesia, sedan ini mulai dipasarkan sekitar tahun 1980 dan langsung mendapat respons positif sebagai kendaraan keluarga yang irit, nyaman, serta memiliki daya tahan tinggi.
Kehadiran Corolla DX menjadi tonggak penting dalam perjalanan Toyota.
Model ini hadir menggantikan generasi sebelumnya dengan membawa desain yang lebih modern serta kabin yang lebih lapang.
Selain itu, Corolla DX tercatat sebagai Corolla terakhir yang menggunakan konfigurasi Front Engine Rear Wheel Drive (FR).
Setelah produksi KE70 berakhir, Toyota mulai mengadopsi sistem penggerak roda depan (FWD) pada Corolla generasi berikutnya untuk meningkatkan efisiensi ruang kabin dan konsumsi bahan bakar.
Di Indonesia, Corolla DX tidak hanya dikenal sebagai sedan keluarga, tetapi juga populer di kalangan pecinta balap dan modifikasi karena memiliki sasis yang kokoh dan mudah dikembangkan.
Salah satu identitas Toyota Corolla DX terletak pada desain bodinya yang mengusung konsep boxy atau serba kotak, mengikuti tren otomotif awal 1980-an.
Bagian depan dihiasi grille horizontal khas Toyota yang dipadukan dengan lampu utama berbentuk bulat pada model awal, sedangkan versi facelift menggunakan lampu berbentuk kotak.