BANDAR LAMPUNG – Harga emas hari ini, Senin 15 Juni 2026, terpantau stabil di pasar domestik. Harga emas Antam untuk ukuran 1 gram berada di level Rp 2.820.000, sementara emas UBS dibanderol Rp 2.709.000 per gram.
Kondisi ini menjadi perhatian investor yang tengah memantau peluang investasi emas di tengah dinamika ekonomi global. Berdasarkan pergerakan terbaru, harga emas Antam masih bertahan di Rp 2.820.000 per gram. Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam berada di level Rp 2.454.000 per gram.
Stabilnya harga tersebut menunjukkan pasar masih menunggu sejumlah sentimen global yang berpotensi mempengaruhi arah pergerakan emas dalam waktu dekat.
Di sisi lain, emas UBS juga menunjukkan pergerakan yang relatif datar. Harga emas UBS ukuran 1 gram tercatat Rp 2.709.000. Produk emas UBS kerap menjadi pilihan investor pemula karena harga belinya yang sedikit lebih rendah dibandingkan emas Antam. Keduanya sama-sama memiliki tingkat kemurnian 99,99 persen atau setara 24 karat.
Perbedaan utama antara emas Antam dan UBS terletak pada produsen serta sertifikasinya. Emas Antam diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk dan memiliki sertifikasi internasional London Bullion Market Association (LBMA). Sementara itu, emas UBS diproduksi oleh PT Untung Bersama Sejahtera dengan sertifikasi nasional.
Kedua produk juga telah dilengkapi kemasan CertiCard yang memudahkan proses verifikasi keaslian. Pergerakan harga emas sepanjang 2026 masih sangat dipengaruhi oleh sejumlah faktor global. Salah satu yang paling menentukan adalah kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed. Ketika suku bunga diturunkan, biaya peluang memegang emas menjadi lebih rendah sehingga minat investor terhadap logam mulia cenderung meningkat.
Sebaliknya, suku bunga tinggi berpotensi menekan harga emas karena investor memiliki alternatif instrumen investasi dengan imbal hasil lebih tinggi.
Selain itu, inflasi dan nilai tukar dolar Amerika Serikat juga memiliki pengaruh besar terhadap harga emas. Emas selama ini dikenal sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi. Ketika dolar AS melemah, harga emas biasanya menjadi lebih menarik bagi investor global karena relatif lebih murah untuk dibeli.
Faktor lain yang tidak kalah penting adalah kondisi geopolitik dunia. Ketidakpastian akibat konflik internasional dan ketegangan politik mendorong investor mencari aset aman atau safe haven. Dalam situasi seperti ini, emas sering menjadi pilihan utama untuk menjaga nilai aset.
Permintaan dari bank sentral berbagai negara juga terus memberikan dukungan terhadap harga emas global.
Meski masih berpotensi mengalami volatilitas dalam jangka pendek, prospek investasi emas sepanjang 2026 dinilai tetap positif. Banyak analis memandang emas sebagai instrumen yang efektif untuk menjaga nilai kekayaan di tengah ketidakpastian ekonomi dan gejolak pasar keuangan global.
Investasi emas batangan juga menawarkan likuiditas tinggi serta risiko yang relatif lebih rendah dibandingkan instrumen investasi lainnya. Investor dapat membeli emas Antam maupun UBS melalui gerai resmi, Pegadaian, toko emas terpercaya, maupun platform investasi emas digital yang telah berizin.
