BANDAR LAMPUNG – Lenovo kembali meramaikan pasar laptop gaming premium melalui Legion 5 15AGP11 yang dibekali prosesor AMD Ryzen AI 9 465 dan GPU Nvidia GeForce RTX 5060. Laptop yang dipasarkan di kisaran Rp30 jutaan ini menawarkan kombinasi performa tinggi, layar OLED berkualitas, serta fitur kecerdasan buatan (AI) yang menyasar gamer maupun kreator konten.
Dibanding banyak laptop gaming di kelas harga yang sama, Lenovo Legion 5 2026 menghadirkan keseimbangan antara performa, fitur premium, dan desain yang tetap nyaman dibawa bepergian.
Posisi Lenovo Legion 5 di Keluarga Legion
Lenovo membagi lini Legion menjadi beberapa kelas.
- Legion 5 sebagai pilihan paling seimbang dari sisi harga dan performa.
- Legion 7 menawarkan desain lebih premium dengan bodi lebih tipis.
- Legion 9 menjadi kasta tertinggi dengan spesifikasi ekstrem dan harga jauh lebih mahal.
Di tengah tren kenaikan harga laptop gaming akibat mahalnya komponen DDR5, panel OLED, serta teknologi AI, Legion 5 tetap menjadi salah satu opsi paling menarik di kelas premium.
Desain Minimalis dengan Mobilitas Tinggi
Secara tampilan, Legion 5 masih mempertahankan identitas desain khas Lenovo yang sederhana namun elegan.
Beberapa keunggulannya meliputi:
- Cover berbahan aluminium anodized sandblasting.
- Bagian bawah menggunakan material PC-ABS berkualitas.
- Bobot mulai 1,8 kg.
- Layar berukuran 15,3 inci.
- Cocok digunakan untuk bekerja maupun bermain game.
Dimensinya yang relatif ringkas membuat laptop ini tetap nyaman dibawa bepergian tanpa terasa terlalu berat di dalam tas.
AMD Ryzen AI 9 465 Tawarkan Performa Kelas Atas
Dapur pacu menjadi salah satu daya tarik utama laptop ini.
Lenovo membekali Legion 5 dengan:
- AMD Ryzen AI 9 465
- 10 Core
- 20 Thread
- Boost Clock hingga 5 GHz
- Arsitektur Zen 5 dan Zen 5C
Berdasarkan pengujian Cinebench R23, prosesor ini mencatat:
- Multi Core: 19.699 poin
- Single Core: 1.986 poin
Hasil tersebut menunjukkan peningkatan performa sekitar 10 persen dibanding generasi sebelumnya, terutama pada beban kerja multi-core.
Saat mode performa maksimum diaktifkan, suhu prosesor memang sempat menyentuh 100 derajat Celsius. Namun sistem pendingin mampu dengan cepat menurunkannya ke kisaran 72 derajat Celsius sehingga performa tetap stabil.