TEKNOLOGI – Laptop berbasis prosesor Snapdragon X Series memasuki tahun kedua di pasar dengan membawa peningkatan signifikan. Pengujian terbaru pada 2026 menunjukkan platform Windows on ARM kini menawarkan performa yang lebih tinggi, kompatibilitas aplikasi yang semakin luas, serta efisiensi daya yang tetap menjadi keunggulan utama.
Jika pada awal peluncurannya banyak pengguna masih ragu karena keterbatasan dukungan aplikasi, kondisi tersebut kini berubah. Berkat perkembangan ekosistem perangkat lunak dan penyempurnaan teknologi emulasi, berbagai aplikasi produktivitas hingga kreatif dapat berjalan lebih optimal.
Lantas, bagaimana performanya saat digunakan untuk menjalankan aplikasi berat seperti Adobe Premiere Pro, AutoCAD, IBM SPSS, hingga ArcGIS Pro? Berikut hasil pengujiannya.
Kompatibilitas Aplikasi Native ARM Terus Meningkat
Qualcomm mengungkapkan saat ini terdapat lebih dari 1.800 aplikasi native ARM yang telah dioptimalkan untuk platform Windows on ARM. Jumlah tersebut meningkat sekitar enam kali lipat dibandingkan saat platform ini pertama kali diperkenalkan pada 2024.
Selain aplikasi native, Qualcomm juga telah memvalidasi sekitar 7.000 aplikasi non-native agar dapat berjalan stabil melalui teknologi Windows Prism Emulator. Peningkatan ini membuat aplikasi berbasis arsitektur x86 tetap dapat digunakan tanpa penurunan performa yang signifikan.
Pengujian dilakukan menggunakan Asus Zenbook A14 (2026) yang ditenagai prosesor Snapdragon X2 Elite dengan RAM 32 GB.
Uji Adobe Premiere Pro dan AutoCAD
Salah satu aplikasi yang mengalami peningkatan paling terasa adalah Adobe Premiere Pro.
Versi terbaru tahun 2026 kini telah mendukung ARM secara native. Saat digunakan untuk mengekspor video Full HD 60 fps berdurasi lima menit, proses rendering selesai dalam waktu 2 menit 47 detik.
Sementara itu, Premiere Pro versi 2025 yang masih berjalan melalui emulasi hanya terpaut sedikit dengan waktu 2 menit 53 detik. Hasil tersebut menunjukkan peningkatan performa Windows Prism Emulator yang semakin efisien.
Pengujian juga dilakukan pada AutoCAD 2027.
Aplikasi desain teknik tersebut dapat dijalankan tanpa kendala, mulai dari membuka proyek, navigasi viewport, hingga proses rendering objek yang berlangsung mulus.
Meski demikian, performa grafisnya tetap berada pada kelas laptop premium tipis, sehingga belum ditujukan sebagai pengganti laptop gaming untuk kebutuhan rendering 3D yang sangat berat.