Dengan fitur tersebut, pengguna dapat mengetahui indikasi awal gangguan tidur sehingga dapat melakukan langkah pencegahan lebih cepat.
Selain itu, Samsung juga menghadirkan fitur Energy Score berbasis Galaxy AI. Teknologi ini menganalisis data tidur, detak jantung, serta aktivitas harian untuk memberikan gambaran mengenai kondisi energi tubuh setiap hari.
Jika kondisi tubuh membutuhkan pemulihan, sistem AI akan memberikan rekomendasi aktivitas yang lebih sesuai.
Galaxy Watch Ultra 2 dan Watch 9 juga membawa fitur AGEs Index (Advanced Glycation End-products) untuk membantu pengguna memahami kondisi metabolik dan dampak gaya hidup terhadap proses penuaan biologis.
Performa Cepat dengan Chipset Exynos W1000 3nm
Dari sisi performa, Samsung membekali kedua smartwatch ini dengan chipset Exynos W1000 berarsitektur 3nm.
Teknologi tersebut menjadi salah satu inovasi penting karena menghadirkan peningkatan kecepatan pemrosesan data dibandingkan generasi sebelumnya.
Pengoperasian menu, membuka aplikasi, hingga berpindah fitur terasa lebih responsif dan minim hambatan.
Selain meningkatkan performa, chipset 3nm juga membantu efisiensi konsumsi daya.
Galaxy Watch Ultra 2 bahkan mampu bertahan hingga 100 jam dalam mode penghemat daya, sehingga cocok digunakan untuk aktivitas panjang seperti pendakian atau perjalanan outdoor.
Galaxy Watch 9 juga mendukung fitur pengisian daya cepat yang membantu pengguna tetap produktif tanpa harus menunggu lama saat mengisi baterai.
Kontrol Gestur dan Integrasi Wear OS
Pengalaman penggunaan semakin futuristik berkat fitur Double Pinch Gesture.
Dengan gerakan mencubit dua kali menggunakan ibu jari dan jari telunjuk, pengguna dapat menjawab panggilan atau mematikan alarm tanpa perlu menyentuh layar.