Bukan Sekadar Penghasil Robusta, Parosil Dorong Kopi Lambar Kuasai Pasar hingga Branding

Parosil Mabsus mendorong Lampung Barat memperkuat pengolahan, pemasaran, inovasi, dan branding kopi agar nilai tambah dirasakan petani.
Rinto Arius - Minggu, 13 Sep 2026 - 01:22 WIB
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus membuka Coffee Camp ke-4 di Curug Padae, Way Tenong
Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus membuka Coffee Camp ke-4 di Curug Padae, Way Tenong - Foto Dok. Kominfo Lambar

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

LAMPUNG BARATLampung Barat didorong tidak lagi hanya dikenal sebagai daerah penghasil biji kopi robusta, tetapi mampu naik kelas menjadi daerah yang kuat dalam pengolahan, inovasi, pemasaran, hingga membangun merek kopi sendiri.

Hal tersebut disampaikan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus saat membuka Coffee Camp ke-4 di Curug Padae, Kecamatan Way Tenong, Sabtu (12/9/2026) malam.

Parosil mengatakan, potensi kopi Lampung Barat harus mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani dan masyarakat. Menurutnya, aktivitas komoditas kopi tidak boleh berhenti pada produksi biji, tetapi harus dikembangkan hingga tahap pengolahan dan pemasaran.

“Kita tidak boleh berhenti hanya pada posisi sebagai daerah penghasil biji kopi. Kita harus terus bergerak dari sekadar menghasilkan kopi menjadi daerah yang mampu memahami, mengolah, mengembangkan, memasarkan, dan membangun nilai tambah dari kopi,” tegas Parosil.

Advertisements

Menurutnya, tema Coffee Camp ke-4, yakni “Telusuri Kopi Menelusuri Rasa, Memahami Proses”, menggambarkan perjalanan kopi secara utuh. Proses tersebut dimulai dari benih, perawatan kebun, panen, pascapanen, roasting, cupping hingga menjadi secangkir kopi yang dinikmati konsumen.

Di balik secangkir kopi, kata Parosil, terdapat peran petani, keluarga, tanah, pengetahuan, proses panjang serta nilai ekonomi yang harus terus dikembangkan.

Karena itu, keterlibatan generasi muda dinilai menjadi bagian penting dalam menentukan masa depan kopi Lampung Barat. Parosil menegaskan, anak muda tidak harus selalu kembali ke kebun untuk menjadi petani, tetapi dapat mengambil peran lebih luas dalam ekosistem kopi.

Peluang tersebut antara lain menjadi barista, roaster, pelaku usaha, content creator, peneliti hingga membangun merek kopi lokal.


Banner Parfum Shopee

Advertisements

“Regenerasi petani tidak cukup hanya dengan mengajak anak muda kembali ke kebun. Anak muda juga harus melihat bahwa kopi memiliki banyak peluang, mulai dari hulu sampai hilir,” ujarnya.

Parosil juga menekankan pentingnya keterlibatan perempuan dalam pengembangan ekonomi berbasis kopi. Menurutnya, perempuan harus mendapatkan ruang untuk ikut mengolah, berinovasi dan meningkatkan nilai ekonomi hasil perkebunan keluarga.

“Kopi yang dipanen oleh suami di kebun, harus dapat menjadi peluang ekonomi yang juga dapat dikelola dan dikembangkan oleh istri di rumah. Dengan demikian, kopi tidak hanya menjadi sumber pendapatan bagi petani, tetapi menjadi sumber penguatan ekonomi keluarga,” katanya.

Ia turut mengapresiasi pelaksanaan Coffee Camp Goes to School yang menyasar pelajar di tiga sekolah. Kegiatan tersebut dinilai penting untuk memperkenalkan potensi kopi Lampung Barat kepada generasi muda sejak dini.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements