BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota Bandar Lampung terus mendorong kemandirian ekonomi daerah melalui penguatan sektor koperasi dan UMKM. Dari target pembentukan 126 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), sebanyak 74 koperasi kini tercatat telah memiliki gerai atau unit usaha aktif.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandar Lampung, Riana Apriana, mengatakan mayoritas Koperasi Merah Putih yang telah terbentuk saat ini masih menjalankan kegiatan usaha simpan pinjam.
"Kalau yang terbentuk sudah 126 koperasi. Namun yang sudah punya unit usaha atau gerai baik milik sendiri maupun sewa saat ini ada 74 koperasi," ujar Riana, Selasa 18 Agustus 2026.
Menurut Riana, pengembangan unit usaha untuk seluruh 126 koperasi dilakukan secara bertahap. Pemkot Bandar Lampung menargetkan seluruh koperasi tersebut sudah memiliki unit usaha dan dapat menjalankan kegiatan usahanya pada tahun depan.
"Mudah-mudahan tahun depan sudah 126 dan bisa berjalan semua unit usahanya," jelasnya.
Untuk mempercepat pengembangan usaha koperasi, Pemkot Bandar Lampung menyiapkan sejumlah program stimulan, termasuk bantuan modal dan penghargaan bagi koperasi berprestasi serta para penggeraknya.
Bantuan modal Koperasi Merah Putih akan disalurkan secara bertahap. Pada tahun ini, bantuan tersebut diawali untuk 50 Koperasi Merah Putih.
Selain bantuan modal, Pemkot Bandar Lampung juga memberikan apresiasi kepada koperasi yang dinilai berprestasi. Pada peringatan Hari Koperasi, pemerintah memberikan piagam penghargaan kepada 20 koperasi berprestasi serta plakat kepada tokoh penggerak koperasi.
Pemkot juga menyiapkan bantuan hibah sebesar Rp10 juta per koperasi bagi unit usaha yang berprestasi untuk tahun 2025.
Riana menambahkan, Pemkot Bandar Lampung turut mendukung pembangunan sembilan gerai melalui kerja sama dengan Kodim di sembilan kecamatan. Pembangunan gerai tersebut diharapkan dapat memperkuat aktivitas ekonomi Koperasi Merah Putih di tingkat wilayah.
"Saat ini konstruksi fisik bangunan telah selesai dan memasuki tahap penyelesaian (finishing)," kata Riana.
Selain penguatan koperasi, Pemkot Bandar Lampung juga menjalankan program pembiayaan bagi pelaku UMKM dengan subsidi bunga 0 persen. Riana menegaskan, mekanisme penjaminan dan pembiayaan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku pada perbankan mitra.