LAMPUNG BARAT – Pemerintah Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat, merespons cepat keluhan masyarakat terkait dugaan kebocoran air dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 1 Sekincau yang diduga merupakan limbah pengolahan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keluhan muncul setelah pemilik kebun kopi yang berada di belakang lokasi dapur SPPG mengaku terdampak oleh rembesan air yang mengalir dari area tersebut.
Menanggapi laporan itu, Camat Sekincau, Heptanius Hidayat, SP, memastikan Tim Satgas MBG Kecamatan Sekincau akan segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya.
"Kami akan segera melakukan pengecekan ke lokasi bersama Tim Satgas MBG Kecamatan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah air yang keluar dari dapur SPPG tersebut benar merupakan limbah yang berpotensi memengaruhi lingkungan sekitar atau tidak. Jika memang ditemukan adanya dampak terhadap lingkungan, tentu pihak pengelola SPPG harus segera melakukan penanganan sesuai ketentuan yang berlaku," tegas Heptanius.
Advertisements
Ia menjelaskan, Pemerintah Kecamatan selama ini telah beberapa kali melakukan monitoring ke SPPG 1 Sekincau bersama tim lintas sektor. Pemeriksaan terakhir difokuskan pada sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang berada di dalam area dapur.
"Dari hasil pengecekan di dalam lingkungan SPPG saat itu, termasuk berdasarkan penilaian tim medis dari UPTD Puskesmas Sekincau, tidak ditemukan adanya permasalahan pada sistem pengolahan limbah. Namun memang, saat itu tim tidak melakukan pemeriksaan di area luar atau lingkungan sekitar dapur," jelasnya.
Menurut Heptanius, kunjungan tersebut juga merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat mengenai penumpukan sampah di lingkungan dapur SPPG. Setelah dilakukan klarifikasi, diketahui kondisi itu terjadi akibat keterlambatan pengangkutan sampah.
"Saat itu pihak pengelola menjelaskan bahwa penumpukan sampah terjadi karena jadwal pengangkutan yang terlambat. Berdasarkan pemantauan terakhir, persoalan sampah tersebut sudah ditangani dan kondisinya sudah bersih," ujarnya.
Advertisements
Pemerintah Kecamatan Sekincau berharap hasil pengecekan lapangan dapat memberikan kepastian atas keluhan warga sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan apabila ditemukan indikasi pencemaran lingkungan.
Selain itu, pemerintah mengingatkan seluruh pihak, termasuk pengelola SPPG, agar terus menerapkan pengelolaan limbah sesuai ketentuan. Langkah tersebut dinilai penting agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan optimal tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar.