Dampak El Nino, Warga Pekon Ciptamulya Kebuntebu Gelar Salat Istisqa Minta Hujan

Menghadapi musim kemarau dan ancaman kekeringan, warga Pekon Ciptamulya Kebuntebu bersatu menggelar salat Istisqa untuk memohon hujan.
Rinto Arius - Kamis, 03 Sep 2026 - 15:57 WIB
Masyarakat Pekon Ciptamulya, Kecamatan Kebuntebu, Kabupaten Lampung Barat, saat melaksanakan ibadah salat Istisqa secara berjamaah di Masjid Al Barokah
Masyarakat Pekon Ciptamulya, Kecamatan Kebuntebu, Kabupaten Lampung Barat, saat melaksanakan ibadah salat Istisqa secara berjamaah di Masjid Al Barokah - Foto Dok. Pekon Ciptamulya

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

 

LAMPUNG BARATKemarau panjang akibat fenomena El Nino yang melanda wilayah Kecamatan Kebuntebu, Kabupaten Lampung Barat, mendorong masyarakat untuk mengetuk pintu langit. Di tengah belum turunnya hujan, warga menggelar salat Istisqa secara bergilir di sejumlah pekon sebagai ikhtiar bersama memohon rahmat Allah SWT agar hujan segera turun.

​Meskipun beberapa wilayah lain di Kabupaten Lampung Barat sempat diguyur hujan, sejumlah pekon di Kecamatan Kebuntebu masih mengalami kondisi kering. Kondisi ini mulai menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi mayoritas masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan. Areal sawah tadah hujan mulai mengering, sementara tanaman kopi dan komoditas hortikultura terancam terdampak apabila kemarau berlangsung lebih lama.

​Sebagai bentuk doa bersama, warga Pekon Ciptamulya menggelar salat Istisqa di Masjid Al Barokah, Pemangku Sindang Mulya, Kamis, 3 September 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, Lembaga Himpun Pemekonan (LHP), aparatur pekon, serta perwakilan warga dari seluruh pemangku di Pekon Ciptamulya.

Advertisements

​Pj Peratin Ciptamulya Dedi Gunawan, S.H. menyampaikan bahwa salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar spiritual masyarakat. Menurutnya, selain berusaha mengatasi dampak kemarau, manusia wajib mendekatkan diri kepada Allah SWT agar diberikan rahmat berupa air yang sangat dinantikan untuk menopang perekonomian warga.

​Dedi menegaskan bahwa mayoritas warga Kebuntebu adalah petani yang sangat bergantung pada ketersediaan air. Kegiatan ini menjadi pengingat untuk terus memperkuat kebersamaan melalui doa. Pelaksanaan salat Istisqa secara bergilir ini menjadi gambaran kuatnya kebersamaan masyarakat Kebuntebu dalam memohon agar hujan yang turun nantinya membawa berkah dan manfaat bagi pertanian setempat.

 


Banner Parfum Shopee

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements