LAMPUNG BARAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat terus mengoptimalkan upaya pengendalian inflasi daerah melalui Gerakan Serentak Penetrasi Pasar. Program yang digelar Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopdag) bekerja sama dengan Perum Bulog tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Antusiasme warga terlihat dari habis terjualnya seluruh komoditas yang disediakan dalam kegiatan yang berlangsung di Taman Kota Liwa, Kelurahan Pasar Liwa, Kecamatan Balikbukit, Selasa (28/7). Sebanyak 1.200 liter minyak goreng MinyaKita dan 100 sak beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ludes hanya dalam waktu singkat.
Kepala Bidang Perdagangan Diskopdag Lampung Barat, Seno Susanto, S.H., M.M., yang mewakili Kepala Diskopdag Syafaruddin, S.Pd., M.Pd.I, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengendalian inflasi yang dilaksanakan serentak di 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung bekerja sama dengan Perum Bulog.
"Kami menyiapkan kuota sebanyak 1.200 liter minyak goreng MinyaKita dan 100 sak beras SPHP. Alhamdulillah seluruhnya habis terjual karena masyarakat sangat antusias memanfaatkan program ini," ujar Seno, Selasa (28/7).
Advertisements
Menurut Seno, penetrasi pasar menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau di tengah fluktuasi harga di pasaran.
Ia menjelaskan, program penetrasi pasar di Kabupaten Lampung Barat bukan kali pertama dilaksanakan. Kegiatan tersebut telah berlangsung secara bertahap sejak Juni 2026 dengan menyasar sejumlah pasar di berbagai wilayah.
"Kegiatan ini dilaksanakan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih murah," katanya.
Seno menambahkan, penyediaan komoditas bersubsidi melalui program penetrasi pasar diharapkan mampu menekan potensi kenaikan harga bahan pokok, terutama komoditas strategis yang memiliki pengaruh besar terhadap laju inflasi daerah.
Program ini juga bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus menyeimbangkan pasokan dan permintaan di pasar. Dengan ketersediaan stok yang memadai, gejolak harga akibat tingginya permintaan maupun gangguan distribusi diharapkan dapat diminimalkan.
Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, Pemerintah Provinsi Lampung, dan Perum Bulog, pemerintah berharap upaya pengendalian inflasi dapat berjalan efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Harapan kami stabilitas harga kebutuhan pokok tetap terjaga, inflasi daerah terkendali, dan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau," pungkasnya.