Mobil ini mengusung bodi bergaya kotak dengan overhang depan dan belakang yang pendek, dipadukan lampu utama berbentuk bulat, grille berlapis krom, serta roda berdiameter 10 inci.
Posisi roda yang ditempatkan di setiap sudut bodi membuat distribusi bobot menjadi lebih baik sehingga menghasilkan pengendalian yang lincah.
Karakter berkendaranya bahkan sering disebut menyerupai gokart, sebuah ciri khas yang masih dipertahankan pada MINI modern hingga sekarang.
Potensi besar Mini Morris tidak luput dari perhatian desainer mobil balap John Cooper.
Bersama British Motor Corporation, ia mengembangkan versi performa tinggi yang kemudian dikenal sebagai Mini Cooper.
Model yang diperkenalkan pada 1961 tersebut dibekali mesin 997 cc dengan tenaga sekitar 55 hp, rem cakram pada roda depan, serta kecepatan maksimum mencapai sekitar 140 km/jam.
Keunggulan performanya terbukti di arena kompetisi. Mini Cooper berhasil mencatatkan sejarah dengan menjuarai Reli Monte Carlo pada 1964, 1965, dan 1967, sekaligus memperkuat reputasi Mini sebagai mobil kecil dengan kemampuan luar biasa.
Pada awal kemunculannya, Mini Morris menawarkan spesifikasi sederhana, namun tergolong efisien dan modern untuk ukuran zamannya.
- Mesin:b848 cc, 4 silinder segaris
- Tenaga: Sekitar 34 hp
- Transmisi: Manual 4 percepatan
- Sistem penggerak: Roda depan (FWD)
- Kecepatan maksimum: Sekitar 115–120 km/jam
- Kapasitas penumpang: 4 orang
Lebih dari enam dekade sejak pertama kali diluncurkan, Mini Morris tetap menjadi salah satu mobil klasik yang paling diminati kolektor di berbagai negara.
Nilai jualnya terus mengalami peningkatan, terutama untuk unit yang masih mempertahankan kondisi orisinal atau telah direstorasi sesuai spesifikasi pabrikan.
Di Indonesia, Mini Morris juga memiliki komunitas yang aktif. Mobil ini kerap meramaikan berbagai pameran otomotif klasik, kontes restorasi, hingga kegiatan touring, sekaligus menjadi simbol gaya hidup retro yang tetap digemari lintas generasi.