LCT Lampung Barat Disorot, Bupati Parosil Singgung Bahasa Daerah dan Juri

LCT Lampung Barat Disorot Parosil, Penguasaan Bahasa Daerah Peserta Lemah dan Juri Diminta Objektif Tanpa Titipan
Lusiana Purba - Kamis, 17 Sep 2026 - 12:30 WIB
Bupati Lampung Barat Memberikan Sambutan pada Kegiatan Lomba Cepat Tepat (LCT) Tingkat Kabupaten Lampung Barat.
Bupati Lampung Barat Memberikan Sambutan pada Kegiatan Lomba Cepat Tepat (LCT) Tingkat Kabupaten Lampung Barat. - Foto Dok Diskominfo Lampung Barat

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

LAMPUNG BARAT – Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus memberikan sejumlah catatan dalam pelaksanaan Lomba Cepat Tepat (LCT) tingkat Kabupaten Lampung Barat. Ia menyoroti penguasaan bahasa daerah peserta yang dinilai masih perlu diperkuat serta meminta proses penjurian dilakukan secara profesional dan objektif.

Hal tersebut disampaikan Parosil saat membuka kegiatan LCT di Lamban Pancasila, Kecamatan Balik Bukit, Kamis (17/9/2026).

LCT tingkat Kabupaten Lampung Barat berlangsung pada 16–17 September 2026 dan diikuti perwakilan dari 15 kecamatan. Perlombaan tersebut terbagi dalam tiga kategori, yakni Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Tim Penggerak PKK.

Menurut Parosil, LCT tidak semestinya hanya dipandang sebagai agenda perlombaan rutin tahunan. Kegiatan tersebut juga dapat menjadi salah satu tolok ukur untuk melihat kemampuan peserta didik serta kualitas pendidikan di masing-masing wilayah.

Advertisements

“LCT ini bukan sekadar lomba. Ini juga menjadi bagian untuk melihat kemampuan anak-anak kita dari masing-masing wilayah,” kata Parosil.

Saat menyaksikan langsung pelaksanaan LCT kategori SD, Parosil menemukan masih adanya kelemahan peserta dalam penguasaan bahasa daerah.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian Dinas Pendidikan. Kemampuan akademik, kata dia, perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga bahasa dan budaya daerah di tengah perkembangan zaman.

“Ini jadi catatan. Bahasa daerah harus diperkuat lagi ke depan,” tegasnya.


Banner Parfum Shopee

Advertisements

Selain persoalan bahasa daerah, Parosil menyoroti integritas dalam pelaksanaan LCT, terutama proses penjurian. Ia meminta seluruh dewan juri menjalankan tugas secara profesional, netral, dan objektif tanpa memberikan perlakuan berbeda kepada peserta tertentu.

Parosil juga mengingatkan agar tidak ada praktik “titipan” dalam menentukan peserta yang menjadi pemenang.

“Kepada dewan juri harus netral, tidak ada kata-kata titipan atau saudara. Semua peserta sama,” tegasnya.

Ia menilai sportivitas harus menjadi bagian penting dalam setiap perlombaan. Menurutnya, kemenangan yang diperoleh melalui proses yang tidak objektif dapat mengurangi tujuan utama penyelenggaraan LCT.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements