Di balik performanya yang menggiurkan, Aprilia RS 250 membutuhkan perhatian lebih dibandingkan motor modern.
Mesin dua tak berperforma tinggi harus mendapatkan perawatan serius, mulai dari kondisi piston dan ring, sistem pelumasan, karburator, sistem pendingin hingga knalpot.
Kualitas oli dua tak juga menjadi salah satu faktor penting.
Kesalahan perawatan dapat berujung pada kerusakan mesin dan biaya restorasi yang tidak sedikit. Karena itu, unit dengan mesin orisinal, komponen lengkap dan riwayat perawatan yang jelas memiliki nilai lebih bagi kolektor.
Produksi Aprilia RS 250 berlangsung dari pertengahan 1990-an hingga awal 2000-an dengan sejumlah pembaruan sepanjang masa produksinya.
Seiring semakin langkanya motor sport dua tak berkapasitas besar, RS 250 mulai mendapatkan perhatian lebih besar dari kolektor.
Nilainya bukan sekadar karena usia.
Motor ini memiliki kombinasi yang sangat jarang: mesin V-twin dua tak, sasis aluminium, suspensi berorientasi performa, rem berukuran besar serta hubungan kuat dengan dunia balap.
Unit yang masih mempertahankan spesifikasi orisinal dan berada dalam kondisi baik semakin menarik karena tidak mudah ditemukan.
Aprilia RS 250 merupakan gambaran tentang sebuah era ketika teknologi dan filosofi balap masih dapat diterjemahkan secara langsung ke motor jalan raya.
Mesin V-twin 249 cc, transmisi enam percepatan, sasis aluminium, suspensi upside-down dan rem cakram ganda membuatnya jauh lebih serius daripada sekadar motor sport berkapasitas kecil.