BANDAR LAMPUNG – Aprilia RS 250 merupakan salah satu motor sport dua tak paling ikonik yang pernah lahir dari industri sepeda motor Eropa.
Mengusung mesin V-twin 249 cc, sasis aluminium, suspensi berperforma tinggi dan desain yang kental dengan nuansa balap Grand Prix, motor ini menjadi simbol era ketika mesin seperempat liter mampu menghadirkan sensasi berkendara yang liar sekaligus presisi.
Diperkenalkan pada 1995, Aprilia RS 250 hadir ketika sejumlah produsen Jepang mulai meninggalkan segmen motor sport 250 cc dua tak.
Aprilia justru mengambil langkah berbeda dengan mempertahankan konsep motor berorientasi performa.
RS 250 dirancang bukan sekadar sebagai kendaraan harian. Motor ini membawa filosofi balap ke jalan raya dengan posisi berkendara, karakter mesin, sasis dan perangkat pengereman yang dibuat untuk memberikan pengalaman mendekati motor kompetisi.
Kehadiran RS 250 juga tidak terlepas dari kiprah Aprilia di kelas Grand Prix 250 cc.
Basis mesinnya berkaitan dengan Suzuki RGV250 yang kemudian dikembangkan dan disesuaikan Aprilia untuk menghasilkan karakter yang lebih sesuai dengan konsep RS 250.
Jantung utama Aprilia RS 250 adalah mesin V-twin 90 derajat, dua tak, berpendingin cairan dengan kapasitas 249,25 cc.
Mesin tersebut memiliki bore dan stroke 56 x 50,6 mm serta menggunakan karburator Mikuni TM 34 SS. Tenaga disalurkan melalui transmisi manual enam percepatan.
Sejumlah data spesifikasi mencatat tenaga RS 250 berada di kisaran 70-72 hp pada sekitar 11.900 rpm, meski angka tersebut dapat berbeda berdasarkan versi dan metode pengukuran.
Jika melihat kapasitas mesinnya, angka tersebut terdengar ekstrem.
Namun, itulah karakter RS 250. Tenaga besar tidak datang secara instan pada putaran rendah.