Dengan begitu, konsumsi daya menjadi lebih rendah dan waktu penggunaan smartphone dapat lebih terkontrol.
Baterai 2.000 mAh Bisa Bertahan Seharian
Kapasitas baterai sekitar 2.000 mAh memang terdengar kecil untuk ukuran smartphone 2026. Apalagi unit yang digunakan dalam pengujian sudah menggunakan baterai pihak ketiga dengan kondisi kesehatan baterai yang tidak terdeteksi.
Meski begitu, daya tahan aktualnya ternyata cukup mengejutkan.
Dalam pengujian sehari penuh, baterai berada di angka 100 persen pada pukul 08.00. Saat jam makan siang, kapasitasnya masih sekitar 63 persen.
Ketika memasuki waktu pulang kerja sekitar pukul 17.30, baterai masih tersisa 40 persen. Setelah digunakan kembali di rumah hingga pukul 23.00, persentasenya berada di sekitar 23 persen.
Total Screen on Time (SoT) mencapai sekitar 4,5 jam.
Hasil tersebut tergolong impresif mengingat kapasitas baterainya relatif kecil. Pengisian daya dilakukan sekitar dua kali sehari, yakni sebelum berangkat kerja dan menjelang tidur.
Efisiensi tersebut tidak lepas dari kombinasi layar kecil, penggunaan yang tidak terlalu intensif serta beban aplikasi yang relatif ringan.
A15 Bionic Masih Kencang, tetapi Mulai Terasa Tua
Untuk urusan performa, iPhone SE 3 masih mengandalkan chipset Apple A15 Bionic.
Chip tersebut masih cukup kuat untuk kebutuhan komunikasi, browsing, media sosial hingga aktivitas harian. Casual gaming juga masih dapat dilakukan tanpa masalah besar.
Namun, penggunaan iOS 26 mulai memperlihatkan bahwa perangkat ini bukan lagi smartphone kelas atas.
Navigasi antarmuka sesekali dapat terasa kurang mulus dibandingkan iPhone generasi terbaru. Perbedaan tersebut semakin mudah dirasakan ketika perangkat dibandingkan langsung dengan smartphone yang menggunakan chipset lebih baru.