iPhone SE 3 juga masih menggunakan layar dengan refresh rate 60 Hz. Bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan layar 90 Hz atau 120 Hz, animasi dan scrolling pada perangkat ini akan terasa kurang mulus.
Kabar baiknya, perangkat ini masih mendapatkan dukungan pembaruan sistem ke iOS 27. Jika optimasi perangkat lawas semakin baik, pengalaman penggunaan di masa mendatang masih berpotensi terasa lebih nyaman.
Bukan Pilihan Ideal untuk Gaming Berat
A15 Bionic memang masih bertenaga. Namun, kemampuan chipset tersebut tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk bermain game karena ukuran layar yang sangat kecil.
Game modern memiliki banyak tombol kontrol dan elemen antarmuka. Semua itu membutuhkan ruang layar yang cukup luas agar nyaman digunakan.
Pada iPhone SE 3, berbagai kontrol tersebut terasa lebih padat. Bermain dalam waktu lama pun berpotensi membuat mata lebih cepat lelah.
Karena itu, perangkat ini lebih cocok untuk casual gaming dibandingkan menjadi perangkat utama bagi pencinta game berat.
Kamera Masih Layak, tetapi Fiturnya Terbatas
Kamera utama iPhone SE 3 masih mampu menghasilkan foto yang bagus selama pencahayaan mendukung dan komposisi dilakukan dengan tepat.
Warna serta detail foto masih cukup layak untuk kebutuhan dokumentasi sehari-hari.
Namun, ada sejumlah keterbatasan yang perlu diperhatikan. iPhone SE 3 tidak memiliki Night Mode. Fitur Portrait Mode juga terbatas karena secara otomatis hanya dapat digunakan pada objek manusia.
Keterbatasan tersebut membuat kemampuan kamera perangkat ini jauh di bawah iPhone generasi yang lebih baru.
Pada unit bekas yang diuji, terdapat pula kendala pada fitur stabilisasi gambar atau OIS berupa frame skipping ketika merekam video sambil berjalan. Gangguan tersebut tidak terlalu terlihat ketika perangkat digunakan dalam kondisi stabil atau menggunakan tripod.