Konsekuensinya, performa puncak mungkin sedikit berkurang. Namun, laptop dapat bekerja dengan suhu dan konsumsi daya yang lebih terkendali.
6. Batasi FPS agar GPU Tidak Bekerja Berlebihan
Frame rate atau FPS yang terlalu tinggi juga dapat membuat GPU bekerja lebih keras.
Jika layar laptop hanya memiliki refresh rate 60 Hz, misalnya, menjalankan game pada ratusan FPS tidak selalu memberikan manfaat visual yang sebanding. GPU justru harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan frame tambahan.
Cobalah mengaktifkan FPS limit melalui pengaturan game atau panel kontrol GPU. Angka 60 FPS dapat menjadi pilihan bagi banyak gamer, sementara 40 FPS atau 30 FPS bisa dipertimbangkan untuk game yang tidak membutuhkan respons sangat cepat.
Pembatasan FPS dapat membantu mengurangi beban GPU sekaligus menekan produksi panas.
7. Turunkan Pengaturan Grafis dan Resolusi
Pengaturan grafis pada level Ultra memang menawarkan kualitas visual terbaik, tetapi konsekuensinya adalah beban kerja GPU yang lebih tinggi.
Jika suhu laptop mulai terlalu tinggi, cobalah menurunkan preset dari Ultra ke High atau Medium. Beberapa pengaturan seperti shadow quality, texture quality, ray tracing, dan efek visual lainnya juga dapat disesuaikan secara individual.
Tidak semua penurunan kualitas grafis akan terlihat signifikan ketika game sedang dimainkan. Namun, pengurangan beban GPU bisa membantu menjaga temperatur tetap terkendali.
Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan keseimbangan antara kualitas visual, FPS, dan suhu perangkat.
8. Manfaatkan Teknologi Upscaling seperti DLSS, FSR, atau XeSS
Game modern semakin banyak menawarkan teknologi upscaling seperti NVIDIA DLSS, AMD FSR, dan Intel XeSS.
Teknologi tersebut memungkinkan game dirender pada resolusi internal yang lebih rendah, kemudian hasilnya ditingkatkan kembali agar tampil lebih tajam.