PESISIR BARAT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan memasuki musim hujan 2026/2027.
Imbauan tersebut disampaikan BPBD Pesbar setelah mengikuti rapat bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Lampung terkait perkiraan musim hujan, Rabu, 30 September 2026.
Kepala BPBD Pesbar Herdi Wilismar, S.H., M.M., mengatakan berdasarkan hasil pembahasan bersama BMKG Lampung, wilayah Pesbar mulai memasuki fase musim hujan pada Oktober 2026.
Namun, pada fase awal tersebut intensitas hujan diperkirakan masih berada pada kategori sedang. Karena itu, masyarakat diminta mulai melakukan adaptasi dan meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini.
“Berdasarkan hasil rapat bersama BMKG Provinsi Lampung, bulan Oktober sudah masuk fase musim hujan, tetapi intensitasnya masih diperkirakan sedang. Karena itu, masyarakat mulai kami imbau untuk waspada dan melakukan persiapan menghadapi musim hujan,” kata Herdi, Kamis, 1 Oktober 2026.
Menurutnya, musim hujan di wilayah Pesbar diperkirakan berlangsung mulai Oktober 2026 hingga Maret 2027. Peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan juga perlu mendapat perhatian karena dapat memicu perubahan cuaca secara cepat.
Memasuki periode tersebut, potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta kejadian lain yang dipicu hujan dan angin perlu diantisipasi.
“Fase musim hujan untuk Kabupaten Pesbar diperkirakan berlangsung mulai Oktober 2026 sampai Maret 2027. Masyarakat perlu mempersiapkan diri sejak masa transisi ini,” ujarnya.
Herdi menjelaskan, periode yang perlu mendapat perhatian lebih adalah saat memasuki puncak musim hujan. Untuk wilayah Pesbar, puncak musim hujan diperkirakan berlangsung pada Januari hingga Maret 2027 dengan kondisi yang berpotensi cukup ekstrem.
Karena itu, BPBD Pesbar mengingatkan masyarakat tidak menunggu sampai terjadi bencana untuk melakukan langkah antisipasi.
"Seperti membersihkan saluran air, memastikan lingkungan sekitar rumah tidak terdapat material yang berpotensi menghambat aliran air, serta memangkas bagian pohon yang berisiko tumbang menjadi sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat sejak dini," jelasnya.
Selain melakukan langkah pencegahan di lingkungan sekitar, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana juga diminta rutin memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini dari instansi terkait.