Salah satu keunggulan terbesar Honda NSX generasi pertama adalah penggunaan konstruksi monokok aluminium.
Teknologi tersebut menjadikan NSX sebagai salah satu pelopor penggunaan struktur aluminium dalam produksi massal kendaraan performa tinggi.
Penggunaan material aluminium memberikan keuntungan besar dalam hal pengurangan bobot.
Honda bahkan harus mengembangkan berbagai teknologi produksi, material, dan metode penyambungan khusus untuk mewujudkan konstruksi tersebut.
Pendekatan ini memperlihatkan filosofi utama NSX. Honda tidak hanya mengandalkan tenaga mesin untuk menciptakan mobil cepat.
Bobot ringan, distribusi massa, aerodinamika, keseimbangan sasis, dan respons pengendalian menjadi bagian penting dalam pengembangan supercar tersebut.
Dengan filosofi itu, NSX menunjukkan bahwa mobil berperforma tinggi tidak selalu membutuhkan mesin berkapasitas sangat besar.
Honda NSX generasi pertama menggunakan mesin V6 3,0 liter dengan teknologi VTEC dan konfigurasi mesin tengah serta penggerak roda belakang.
Kombinasi mesin berputar tinggi, bobot relatif ringan, dan posisi mesin di belakang kabin menghasilkan karakter berkendara yang berbeda dari sebagian besar mobil Honda pada masanya.
Generasi pertama kemudian terus mengalami pengembangan.
Honda meningkatkan kapasitas mesin menjadi 3,2 liter, menghadirkan transmisi manual enam percepatan, serta melakukan berbagai penyempurnaan pada sektor performa dan aerodinamika.
Dalam perjalanan produksinya, NSX juga melahirkan sejumlah varian penting, antara lain: