BANDAR LAMPUNG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung mengerahkan 12 hingga 15 mobil tangki setiap hari untuk mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan setiap armada memiliki kapasitas sekitar 5.000 liter air.
Dengan jumlah tersebut, BPBD berupaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di sejumlah wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan.
Kepala BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar Syahputra, mengatakan distribusi air bersih hingga kini telah menjangkau lima kecamatan, yakni Panjang, Sukabumi, Tanjungkarang Pusat, Rajabasa, dan Telukbetung Timur.
"Setiap hari kami maksimalkan 12 sampai 15 mobil tangki, dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter," kata Idham. Sabtu 22 Agustus 2026.
Dari lima wilayah tersebut, Kecamatan Sukabumi dan Panjang menjadi kawasan yang paling sering membutuhkan pasokan air bersih. BPBD terus menyesuaikan distribusi berdasarkan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Petugas juga disiagakan selama 24 jam untuk memastikan kebutuhan dasar air bersih warga tetap terpenuhi. Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana dalam menghadapi dampak kekeringan.
Fenomena El Niño turut meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat kesiapsiagaan, termasuk dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Meski distribusi dilakukan setiap hari, Idham menyebut hingga kini belum terdapat hambatan berarti dalam penyaluran air bersih. Warga juga dinilai cukup tanggap dengan menyiapkan wadah maupun tempat penampungan air secara swadaya.
"Alhamdulillah, untuk pendistribusian sejauh ini tidak ada kendala berarti. Masyarakat juga sudah menyiapkan tempat penampungan air," ujarnya.
Selain melakukan penanganan darurat melalui distribusi air menggunakan mobil tangki, BPBD Kota Bandar Lampung menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengatasi persoalan ketersediaan air bersih.
BPBD berencana berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk memetakan lokasi yang dinilai membutuhkan pembangunan sumur bor baru.
Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian antara lain Kelurahan Pidada dan Kelurahan Way Laga.