Salah satu fakta menarik dalam perjalanan Bongo adalah pengembangannya sebagai kendaraan listrik.
Pada dekade 1990-an, Mazda mengembangkan Bongo EV dengan kapasitas enam penumpang.
Model tersebut menggunakan baterai timbal dengan waktu pengisian standar sekitar delapan jam.
Kecepatan maksimumnya mencapai 120 km/jam, sedangkan jarak tempuh tercatat hingga 170 kilometer dalam pengujian pada kecepatan konstan 40 km/jam.
Pada 1999, Mazda kembali memperkenalkan Bongo EV dalam bentuk kendaraan komersial kompak.
Model tersebut memiliki jarak tempuh sekitar 100 kilometer dalam sekali pengisian dan kemampuan membawa muatan hingga 400 kilogram.
Pengembangan Bongo EV menjadi salah satu bukti bahwa Mazda telah mengeksplorasi teknologi kendaraan komersial listrik jauh sebelum kendaraan listrik berkembang menjadi tren utama industri otomotif.
Salah satu kekuatan terbesar Mazda Bongo terletak pada konsepnya yang sederhana tetapi fleksibel.
Sejak awal, kendaraan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang membutuhkan ruang sekaligus kemampuan membawa barang.
Bentuk bodinya yang relatif kompak membuat Bongo mudah digunakan di lingkungan perkotaan.
Pada saat yang sama, konfigurasi kabin dan ruang kargonya memungkinkan kendaraan menjalankan berbagai fungsi.