BANDAR LAMPUNG - Setelah vakum selama beberapa tahun sejak berakhirnya produksi Nissan 300ZX, Nissan kembali mencuri perhatian dunia otomotif melalui kehadiran Nissan 350Z pada 2002 sebagai model tahun 2003.
Mobil berkode sasis Z33 ini menjadi tonggak penting kebangkitan keluarga Nissan Z, sekaligus mengembalikan filosofi mobil sport Jepang yang mengutamakan performa, kesederhanaan, dan sensasi berkendara yang murni.
Berkat mesin V6 3,5 liter, sistem penggerak roda belakang (RWD), serta distribusi bobot yang seimbang, Nissan 350Z berhasil meraih popularitas di berbagai negara.
Hingga kini, mobil tersebut masih menjadi salah satu sport coupe Jepang yang paling diminati, baik oleh kolektor maupun pecinta modifikasi.
Nissan 350Z hadir sebagai penerus langsung Nissan 300ZX (Z32). Berbeda dengan generasi sebelumnya yang lebih berorientasi sebagai grand tourer dengan teknologi melimpah, 350Z kembali mengusung konsep mobil sport dua penumpang yang sederhana namun berkarakter.
Mobil ini mengandalkan mesin naturally aspirated yang dipadukan dengan penggerak roda belakang, sehingga menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih dekat dengan DNA Datsun 240Z, salah satu mobil sport paling berpengaruh dalam sejarah Nissan.
Produksi dimulai pada Juli 2002 dan dipasarkan secara global sebagai model tahun 2003. Di pasar domestik Jepang, mobil ini dipasarkan dengan nama Nissan Fairlady Z.
Salah satu daya tarik utama Nissan 350Z terletak pada desainnya yang proporsional dan agresif.
Kap mesin yang panjang dipadukan dengan posisi kabin yang bergeser ke belakang menciptakan siluet coupe klasik yang khas.
Buritan pendek, lekukan bodi yang tegas, serta dimensi yang kompak semakin memperkuat karakter sport mobil ini.
Pada 2004, Nissan juga memperkenalkan varian Roadster dengan atap terbuka bagi konsumen yang menginginkan pengalaman berkendara yang lebih terbuka.
Meski telah berusia lebih dari dua dekade, desain Nissan 350Z masih terlihat modern dan menjadi inspirasi bagi generasi Nissan Z berikutnya.