Pada akhir dekade 1930-an, Zündapp telah berkembang menjadi salah satu produsen sepeda motor penting di Eropa.
Memasuki era 1930-an, Zündapp mulai memperkuat posisinya melalui sepeda motor berkapasitas lebih besar.
Seri K menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah perusahaan karena menggunakan sistem penggerak poros atau kardan.
Huruf "K" pada keluarga tersebut berkaitan dengan Kardanantrieb, istilah Jerman untuk sistem penggerak menggunakan poros kardan.
Keluarga ini mencakup berbagai kapasitas mesin, termasuk model dua silinder boxer hingga konfigurasi empat silinder.
K 500, K 600 dan K 800 kemudian menjadi bagian penting dari sejarah Zündapp sebelum Perang Dunia II.
Teknologi tersebut menunjukkan kemampuan Zündapp mengembangkan sepeda motor berkapasitas besar dengan konstruksi yang kokoh.
Salah satu produk Zündapp yang paling terkenal dari era Perang Dunia II adalah KS 750.
Motor tersebut dirancang sebagai kendaraan militer dengan konfigurasi sidecar dan kemampuan melintasi medan berat.
KS 750 memiliki sistem penggerak yang memungkinkan tenaga tidak hanya disalurkan ke roda belakang sepeda motor, tetapi juga ke roda sidecar.
Konfigurasi tersebut meningkatkan kemampuan traksi ketika kendaraan digunakan di medan sulit.
Produksi KS 750 dimulai pada awal 1940-an dan jumlahnya tercatat lebih dari 18.000 unit.