Zündapp Tutup Pabrik pada 1984, Motor Klasiknya Kini Jadi Buruan Kolektor

Dari Z22 hingga KS 601 Green Elephant, perjalanan Zündapp mencerminkan sejarah panjang industri sepeda motor Jerman.
Krisna Jeri - Senin, 31 Agt 2026 - 07:47 WIB
Zündapp KS 601 Green Elephant menjadi salah satu motor klasik Jerman paling ikonik berkat mesin boxer 600 cc, penggerak kardan, konstruksi kokoh, dan sejarah panjangnya.
Zündapp KS 601 Green Elephant menjadi salah satu motor klasik Jerman paling ikonik berkat mesin boxer 600 cc, penggerak kardan, konstruksi kokoh, dan sejarah panjangnya. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Advertisements

Pada akhir dekade 1930-an, Zündapp telah berkembang menjadi salah satu produsen sepeda motor penting di Eropa.

Memasuki era 1930-an, Zündapp mulai memperkuat posisinya melalui sepeda motor berkapasitas lebih besar.

Seri K menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah perusahaan karena menggunakan sistem penggerak poros atau kardan.

Huruf "K" pada keluarga tersebut berkaitan dengan Kardanantrieb, istilah Jerman untuk sistem penggerak menggunakan poros kardan.

Advertisements

Keluarga ini mencakup berbagai kapasitas mesin, termasuk model dua silinder boxer hingga konfigurasi empat silinder.

K 500, K 600 dan K 800 kemudian menjadi bagian penting dari sejarah Zündapp sebelum Perang Dunia II.

Teknologi tersebut menunjukkan kemampuan Zündapp mengembangkan sepeda motor berkapasitas besar dengan konstruksi yang kokoh.

Salah satu produk Zündapp yang paling terkenal dari era Perang Dunia II adalah KS 750.

Advertisements

Motor tersebut dirancang sebagai kendaraan militer dengan konfigurasi sidecar dan kemampuan melintasi medan berat.

KS 750 memiliki sistem penggerak yang memungkinkan tenaga tidak hanya disalurkan ke roda belakang sepeda motor, tetapi juga ke roda sidecar.

Konfigurasi tersebut meningkatkan kemampuan traksi ketika kendaraan digunakan di medan sulit.

Produksi KS 750 dimulai pada awal 1940-an dan jumlahnya tercatat lebih dari 18.000 unit.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT RI 81 - 4 HUT RI 81 - 3 HUT RI 2 HUT RI 81

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements