Perang Dunia II memberikan dampak besar terhadap Zündapp. Fasilitas produksinya mengalami kerusakan berat sehingga perusahaan harus membangun kembali aktivitas manufakturnya.
Produksi sepeda motor kembali berjalan pada 1947. Pada masa pascaperang, Zündapp mulai lebih banyak mengembangkan sepeda motor berkapasitas kecil yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Jerman terhadap kendaraan ekonomis.
Strategi tersebut membawa perusahaan memasuki era baru. Selain motor besar, Zündapp semakin fokus pada moped, mokick, dan sepeda motor ringan.
Pada dekade 1950-an hingga 1970-an, kendaraan berkapasitas kecil semakin diminati untuk mobilitas sehari-hari.
Zündapp pun menyesuaikan diri dengan perkembangan pasar tersebut.
Setelah era motor besar seperti KS 601, produk-produk dua langkah berkapasitas kecil justru menjadi bagian penting dari bisnis perusahaan.
Pada akhir 1950-an, seluruh produksi sepeda motor Zündapp dipindahkan dari Nürnberg ke München.
Sepeda motor ringan dan moped kemudian menjadi produk penting yang menopang perusahaan.
Salah satu keluarga produk Zündapp yang kemudian dikenal luas adalah KS 50.
Berbeda dengan KS 601 yang menggunakan mesin boxer 600 cc, KS 50 merupakan sepeda motor ringan bermesin dua langkah berkapasitas kecil.
Model seperti KS 50 Super Sport menjadi representasi era ketika sepeda motor ringan sangat populer di kalangan anak muda Eropa.