Zündapp Tutup Pabrik pada 1984, Motor Klasiknya Kini Jadi Buruan Kolektor

Dari Z22 hingga KS 601 Green Elephant, perjalanan Zündapp mencerminkan sejarah panjang industri sepeda motor Jerman.
Krisna Jeri - Senin, 31 Agt 2026 - 07:47 WIB
Zündapp KS 601 Green Elephant menjadi salah satu motor klasik Jerman paling ikonik berkat mesin boxer 600 cc, penggerak kardan, konstruksi kokoh, dan sejarah panjangnya.
Zündapp KS 601 Green Elephant menjadi salah satu motor klasik Jerman paling ikonik berkat mesin boxer 600 cc, penggerak kardan, konstruksi kokoh, dan sejarah panjangnya. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Perang Dunia II memberikan dampak besar terhadap Zündapp. Fasilitas produksinya mengalami kerusakan berat sehingga perusahaan harus membangun kembali aktivitas manufakturnya.

Advertisements

Produksi sepeda motor kembali berjalan pada 1947. Pada masa pascaperang, Zündapp mulai lebih banyak mengembangkan sepeda motor berkapasitas kecil yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Jerman terhadap kendaraan ekonomis.

Strategi tersebut membawa perusahaan memasuki era baru. Selain motor besar, Zündapp semakin fokus pada moped, mokick, dan sepeda motor ringan.

Pada dekade 1950-an hingga 1970-an, kendaraan berkapasitas kecil semakin diminati untuk mobilitas sehari-hari.

Zündapp pun menyesuaikan diri dengan perkembangan pasar tersebut.

Advertisements

Setelah era motor besar seperti KS 601, produk-produk dua langkah berkapasitas kecil justru menjadi bagian penting dari bisnis perusahaan.

Pada akhir 1950-an, seluruh produksi sepeda motor Zündapp dipindahkan dari Nürnberg ke München.

Sepeda motor ringan dan moped kemudian menjadi produk penting yang menopang perusahaan.

Salah satu keluarga produk Zündapp yang kemudian dikenal luas adalah KS 50.

Advertisements

Berbeda dengan KS 601 yang menggunakan mesin boxer 600 cc, KS 50 merupakan sepeda motor ringan bermesin dua langkah berkapasitas kecil.

Model seperti KS 50 Super Sport menjadi representasi era ketika sepeda motor ringan sangat populer di kalangan anak muda Eropa.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT RI 81 - 4 HUT RI 81 - 3 HUT RI 2 HUT RI 81

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements