JAKARTA – Konflik keluarga selebritas kembali menjadi sorotan publik. Kali ini melibatkan Tamara Bleszynski yang menunjukkan reaksi keras setelah anaknya dituding sebagai hasil hubungan terlarang oleh Nurah Pasya, ibu tiri dari Teuku Rassya.
Perseteruan ini mencuat ke ruang publik setelah beredarnya tangkapan layar unggahan Nurah Pasya di media sosial. Dalam unggahan tersebut, ia melontarkan kalimat bernada provokatif yang mempertanyakan perasaan seorang ibu jika anaknya disebut sebagai hasil perselingkuhan. Pernyataan itu langsung menuai reaksi luas karena menyentuh isu sensitif terkait kehormatan keluarga.
Tamara yang selama ini cenderung memilih diam akhirnya angkat bicara. Melalui akun media sosialnya, ia sempat mengunggah respons yang kemudian dihapus, namun sudah lebih dulu tersebar dan diperbincangkan warganet. Dalam unggahan tersebut, Tamara menilai ucapan Nurah telah melewati batas kewajaran.
Ia menegaskan bahwa sebagai seorang ibu, dirinya tidak bisa menerima tudingan yang menyerang anaknya secara pribadi. Menurutnya, pernyataan tersebut tidak hanya menyakitkan, tetapi juga berpotensi berdampak serius secara psikologis, terutama bagi anak yang menjadi sasaran.
Tamara juga menyinggung kemungkinan menempuh jalur hukum. Ia menilai tudingan tersebut dapat dikategorikan sebagai fitnah dan pencemaran nama baik. Bahkan, ia mengungkap adanya unsur ancaman dalam rangkaian pernyataan yang disampaikan pihak terkait.
Meski demikian, di tengah kemarahannya, Tamara mengambil sikap yang cukup mengejutkan. Ia memilih untuk tidak memperpanjang konflik dan menyatakan memaafkan. Keputusan ini memicu beragam respons publik, mulai dari yang memuji sikap bijaknya hingga yang menyayangkan karena dinilai terlalu lunak.
Sementara itu, nama Teuku Rafly Pasya turut terseret dalam perbincangan. Sejumlah warganet menilai ia seharusnya dapat mengambil peran untuk meredam situasi, mengingat konflik ini melibatkan anggota keluarganya. Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihaknya.
Di media sosial, reaksi publik terbilang ramai. Banyak yang memberikan dukungan kepada Tamara dan menilai bahwa tudingan terhadap anak merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Sebagian bahkan mendorong agar kasus ini dibawa ke ranah hukum demi memberikan efek jera.
Di sisi lain, ada pula yang mencoba melihat persoalan ini secara lebih luas. Mereka menilai konflik tersebut merupakan akumulasi dari ketegangan yang telah berlangsung sebelumnya.
Diketahui, hubungan antara Tamara dan keluarga mantan suaminya sempat menjadi sorotan sejak momen pernikahan Teuku Rassya dengan Cleantha Islan pada 12 April 2026. Dalam acara tersebut, Tamara hadir sebagai tamu undangan, bukan bagian utama dalam prosesi keluarga.
Kondisi ini memicu berbagai spekulasi di kalangan publik. Banyak yang mempertanyakan posisi ibu kandung dalam momen penting tersebut. Sementara itu, kehadiran Nurah Pasya juga menjadi sorotan dan menuai kritik dari warganet.
Situasi semakin memanas ketika muncul anggapan bahwa Nurah seolah mengambil peran yang bukan menjadi haknya. Komentar tajam dari publik pun membanjiri media sosial, yang diduga memicu respons emosional hingga berujung pada pernyataan kontroversial.