Dalam spesifikasi pabrik pada masa itu, mesin tersebut menghasilkan tenaga resmi sekitar 290 hp dan torsi 290 lb-ft.
Meski kapasitasnya relatif lebih kecil dibandingkan sejumlah muscle car Amerika lainnya, mesin Boss 302 dirancang untuk memiliki karakter putaran tinggi dan kemampuan bernapas yang lebih baik.
Salah satu keistimewaan mesin ini terdapat pada penggunaan kepala silinder yang memiliki kaitan erat dengan pengembangan mesin 351 Cleveland.
Konfigurasi tersebut memberikan karakter berbeda dibandingkan mesin small-block Ford konvensional.
Mesin tersebut juga menggunakan solid lifter, blok yang diperkuat, serta empat-baut main bearing caps untuk mendukung kebutuhan performanya.
Tenaga kemudian disalurkan melalui transmisi manual empat percepatan menuju roda belakang.
Pilihan rasio gardan yang agresif turut memperkuat karakter Boss 302 sebagai mobil performa.
Salah satu aspek yang membuat Boss 302 berbeda dari banyak muscle car pada zamannya adalah perhatian Ford terhadap kemampuan menikung.
Mobil ini mendapatkan paket suspensi performa dengan pegas lebih keras, peredam yang lebih kuat, stabilizer bar berukuran lebih besar, serta penyempurnaan pada sistem pengereman dan sasis.
Pendekatan tersebut tidak terlepas dari tujuan awal pengembangan Boss 302 yang mempertimbangkan kebutuhan balap Trans-Am.
Dengan demikian, Ford tidak hanya memasang mesin V8 bertenaga besar ke bodi Mustang kemudian menjadikannya mobil performa.
Boss 302 dirancang agar tenaga tersebut dapat dikendalikan ketika mobil memasuki tikungan.