Mesin tersebut mengusung konfigurasi empat silinder DOHC dengan turbocharger.
Data Toyota mencatat Glanza V mampu menghasilkan tenaga maksimum 135 PS pada 6.400 rpm.
Karakter tersebut membuat varian turbo memiliki daya tarik tersendiri di kalangan penggemar hatchback lawas.
Keberadaan unit turbo yang masih mempertahankan spesifikasi asli dan berada dalam kondisi baik juga menjadi daya tarik bagi kolektor.
Popularitas Starlet hingga saat ini tidak terlepas dari perpaduan antara desain klasik, ukuran yang kompak dan mekanikal yang relatif sederhana.
Sejarah panjang Starlet di Indonesia juga membuat mobil ini memiliki basis penggemar yang cukup kuat.
Komunitas pemilik dan penggemar turut membantu menjaga eksistensi model tersebut, termasuk berbagi informasi mengenai perawatan serta ketersediaan komponen.
Produksi Toyota Starlet di Indonesia sendiri berakhir pada 1998. Namun, berhentinya produksi tidak membuat mobil ini langsung kehilangan tempat di kalangan pencinta otomotif.
Bagi pemilik yang menjadikan Starlet sebagai kendaraan harian, kondisi unit sebaiknya menjadi pertimbangan utama, bukan hanya tahun produksinya.
Beberapa bagian yang perlu diperiksa secara menyeluruh antara lain:
- kondisi mesin;
- transmisi;
- kaki-kaki;
- sistem kelistrikan;
- bodi dan struktur kendaraan;
- interior serta kelengkapan aksesori.
Sementara bagi kolektor, tingkat orisinalitas dapat menjadi faktor tambahan.