BANDAR LAMPUNG — Toyota Starlet menjadi salah satu hatchback Jepang yang memiliki tempat istimewa di kalangan penggemar otomotif Tanah Air.
Meski produksinya telah lama dihentikan, mobil mungil ini masih banyak ditemui di komunitas mobil klasik dan kerap dijadikan kendaraan koleksi, mobil harian, hingga proyek restorasi.
Daya tarik Toyota Starlet tidak hanya berasal dari desainnya yang ikonik. Mobil ini dikenal memiliki dimensi kompak, bobot relatif ringan, mudah dikendalikan, serta konstruksi mekanis yang sederhana sehingga perawatannya relatif mudah.
Di Indonesia, popularitas Starlet semakin kuat sejak hadirnya generasi P70 yang dikenal sebagai Starlet Kotak, kemudian berlanjut ke generasi P80 atau Starlet Kapsul.
Sejarah Toyota Starlet bermula pada era 1970-an. Toyota kemudian mengembangkan model tersebut menjadi hatchback pada generasi berikutnya.
Generasi kedua yang diperkenalkan pada 1978 menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan Starlet karena model ini mulai mendapatkan pasar yang lebih luas, termasuk di berbagai negara tujuan ekspor.
Perubahan besar terjadi ketika Toyota memperkenalkan generasi ketiga atau P70 pada 1984.
Pada generasi ini, Toyota beralih dari sistem penggerak roda belakang menjadi penggerak roda depan.
Perubahan tersebut membuat Starlet semakin sesuai sebagai mobil perkotaan.
Konfigurasi penggerak roda depan turut mendukung pemanfaatan ruang yang lebih efisien dan karakter berkendara yang praktis.
Untuk pasar Indonesia, Toyota Starlet P70 mulai dirakit pada 1985. Salah satu model awalnya menggunakan mesin berkapasitas 1.0 liter, sebelum kemudian hadir pilihan mesin 1.3 liter.
Di Tanah Air, P70 lebih populer dengan julukan Starlet Kotak atau Starko.