Menurut Suwardi, generasi penerus Muhammadiyah perlu menjaga nilai dan tradisi gerakan sekaligus mampu menjawab kebutuhan zaman. Karena itu, kepemimpinan transformatif yang dibahas dalam bukunya berkaitan dengan kemampuan kader membaca perubahan, mengembangkan gagasan, serta menghadirkan kerja nyata bagi umat dan masyarakat.
Peluncuran buku dalam rangkaian pelantikan tersebut juga menjadi ruang pertukaran pemikiran. Suwardi berharap kepengurusan baru FOKAL IMM Lampung Utara dapat mempererat jejaring alumni, mendorong budaya intelektual, dan mengambil peran dalam berbagai persoalan publik di daerah.
Dengan kehadiran Fikri Yasin dan Erizal, kegiatan pada 1 Oktober 2026 diharapkan mempertemukan pengalaman alumni di tingkat nasional, provinsi, dan daerah. Pelantikan menjadi awal masa kerja kepengurusan FOKAL IMM Lampung Utara, sementara peluncuran buku menjadi ruang untuk membahas arah kepemimpinan generasi muda Muhammadiyah. (*)