BANDAR LAMPUNG — Pengurus Besar Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengukuhkan Pengurus Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol periode 2025-2028 dalam agenda Focus Group Discussion (FGD) Nasional yang digelar di Hotel Grand Mercure, Kota Bandar Lampung, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Forum tersebut dibentuk sebagai wadah kolaborasi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem jalan tol, mulai dari regulator, badan usaha jalan tol, pemerintah daerah, kepolisian, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat.
Pengukuhan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya MTI memperkuat pembahasan mengenai berbagai persoalan jalan tol secara lebih komprehensif, tidak hanya dari sisi pembangunan infrastruktur, tetapi juga keselamatan, pelayanan, pembiayaan, investasi, serta dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah.
Dalam kepengurusan periode 2025-2028, Dr. (C) M. Alkautsar, M.M. dipercaya sebagai Ketua Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol.
Posisi Sekretaris Forum dijabat Dr. (C) Yan Aditya Pratama, M.M., sedangkan Bendahara dipercayakan kepada Puji Prasetyo S. Kok.
Sementara itu, posisi Wakil Ketua Forum dijabat Ir. M. Iqbal Fanshury, ST., IPP.
Forum juga diperkuat sejumlah komite yang memiliki fokus masing-masing. Komite Integrasi Jalan Tol dijabat Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., Komite Keselamatan Jalan Tol dijabat Ir. Riadiono, M., ST., PMP.
Selanjutnya, Komite Pembiayaan dijabat Ir. M. Ilham Ramadhan, IPP, sedangkan Komite Pelayanan Jalan Tol dijabat Ir. Brahmadi Buana, S.T.
Struktur tersebut dirancang untuk mendukung pembahasan berbagai aspek yang berkaitan dengan keberadaan dan pengembangan jaringan jalan tol di Indonesia.
Usai dilantik Ketua Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol Dr. (C) M. Alkautsar, M.M. mengatakan forum yang dipimpinnya lahir dari gagasan Ketua Umum MTI melihat semakin kompleksnya persoalan yang muncul seiring perkembangan jaringan jalan tol di Indonesia.
Dalam sambutan perdananya sebagai Ketua Forum Ekosistem Jaringan Tol Pengurus Pusat MTI, M. Alkautsar menjelaskan bahwa keberadaan jalan tol saat ini tidak dapat lagi dilihat hanya dari aspek fisik infrastruktur.
“Forum ini lahir dari sebuah ide dan gagasan Ketua Umum MTI yang melihat bahwa perkembangan jalan tol di Indonesia telah membawa kita pada kompleksitas persoalan yang semakin besar,” kata Alkautsar.