BANDAR LAMPUNG - Insiden tenggelamnya seorang bocah perempuan berusia empat tahun asal Lampung Utara di kolam renang Swiss-Belhotel Bandar Lampung, pada Jumat, 1 Mei 2026, langsung menyita perhatian serius Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Peristiwa ini menjadi alarm penting terkait aspek keselamatan pengunjung di fasilitas umum, khususnya area wisata keluarga.
Kejadian tersebut tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga mendorong pemerintah daerah melakukan peninjauan ulang terhadap standar pengamanan yang selama ini diterapkan di tempat-tempat publik.
Mewakili Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kota Bandar Lampung, Wilson Faisol, menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah turut merasakan duka atas musibah yang terjadi.
Menurutnya, peristiwa ini menjadi keprihatinan bersama dan tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa, mengingat menyangkut keselamatan anak-anak di ruang publik.
Sebagai respons cepat, Pemerintah Kota Bandar Lampung segera membentuk tim gabungan yang melibatkan Dinas Perizinan, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), Dinas Pariwisata, serta sejumlah instansi teknis lainnya.
Tim tersebut diturunkan langsung ke lokasi kejadian untuk menggali informasi dan meminta klarifikasi dari pihak pengelola hotel.
Dari hasil peninjauan awal, manajemen hotel disebut telah melakukan langkah penanganan sejak insiden terjadi hingga prosesi pemakaman korban.
“Menurut pihak hotel, penyelesaian akan dilakukan secara kekeluargaan karena ini dianggap sebagai musibah,” ujar Wilson Faisol saat ditemui di Kantor Pemerintah Kota Bandar Lampung, Selasa, 5 Mei 2026.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap memberikan sejumlah catatan penting yang harus menjadi perhatian serius.
Salah satu sorotan utama adalah perlunya pembatas fisik yang tegas antara kolam anak dan kolam dewasa yang lokasinya berdekatan, guna meminimalkan risiko kecelakaan.