BANDAR LAMPUNG – Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengingatkan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) agar mengedepankan pemikiran kritis, budaya literasi, dan integritas dalam menghadapi tantangan zaman.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mendorong kader HMI memanfaatkan proses kaderisasi dan pengalaman berorganisasi sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan.
Pesan tersebut disampaikan keduanya saat menghadiri pembukaan Basic Training Raya HMI Cabang Bandar Lampung di Aula Semergou, Kantor Pemerintahan Kota Bandar Lampung.
Eva Dwiana menegaskan bahwa kader HMI harus mampu berpikir dan bertindak berdasarkan fakta, aturan hukum, serta kebenaran ilmiah. Ia mengingatkan para kader agar tidak mudah mengikuti informasi maupun tren di media sosial yang belum terverifikasi kebenarannya.
Menurut Eva, kemampuan berpikir kritis dan budaya literasi menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memahami persoalan secara objektif, mengambil keputusan secara bijak, serta menghadapi perkembangan zaman dengan penuh tanggung jawab.
Selain itu, integritas perlu menjadi landasan bagi kader HMI dalam menjalankan aktivitas organisasi maupun ketika kelak berkontribusi di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Habiburokhman menekankan pentingnya proses kaderisasi dan pengalaman berorganisasi untuk membentuk karakter serta kemampuan kepemimpinan generasi muda.
Ia meminta para kader agar tidak berkecil hati ketika menghadapi berbagai tantangan selama menjalani proses pengaderan.
Menurutnya, dinamika dan tantangan dalam organisasi merupakan bagian dari pembelajaran yang dapat mempersiapkan kader menghadapi persoalan lebih besar pada masa mendatang.
"Adik-adik jangan berkecil hati. Kami dulu lebih parah, tapi berkat dukungan senior, ilmu yang kami dapatkan selama berorganisasi, alhamdulillah berbagai macam tantangan bisa kita hadapi," ujar Habiburokhman, Sabtu 10 Oktober 2026.
Ia juga mengajak kader HMI untuk terus mengembangkan kapasitas diri, memperkuat solidaritas, serta memanfaatkan pengalaman berorganisasi sebagai bekal untuk berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa.
Habiburokhman optimistis proses kaderisasi yang berjalan dengan baik akan melahirkan tokoh-tokoh baru yang mampu melanjutkan perjuangan generasi sebelumnya.