80 KWT di Bandar Lampung Kembangkan Urban Farming untuk Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga

Dedeh menyebut keberadaan urban farming memberikan dampak positif secara langsung terhadap pemenuhan kebutuhan pangan sekaligus perekonomian keluarga.
Arif Setiawan - Selasa, 01 Sep 2026 - 16:16 WIB
Sebanyak 80 Kelompok Wanita Tani (KWT) di 18 kecamatan Kota Bandar Lampung mengembangkan urban farming melalui pemanfaatan pekarangan dan demplot untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga
Sebanyak 80 Kelompok Wanita Tani (KWT) di 18 kecamatan Kota Bandar Lampung mengembangkan urban farming melalui pemanfaatan pekarangan dan demplot untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga - Poto Arif Setiawan

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

BANDAR LAMPUNG — Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Pertanian terus memperkuat program ketahanan pangan berbasis masyarakat dengan mengoptimalkan urban farming atau pertanian perkotaan yang dijalankan Kelompok Wanita Tani (KWT) di berbagai wilayah kecamatan.

Kepala Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung, Dedeh Ernawati Fauzie, mengatakan program urban farming saat ini telah menjangkau 18 kecamatan dengan total 80 KWT yang aktif mengelola lahan pekarangan maupun demplot.

"Kami terus mendorong optimalisasi pekarangan rumah tangga melalui urban farming. Dari 80 KWT yang tersebar di kelurahan se-Kota Bandar Lampung, sebagian besar memanfaatkan teknik penanaman konvensional, hidroponik, hingga vertikultur menggunakan media pot maupun polybag," ujar Dedeh, Senin 1 September 2026.

Menurut Dedeh, meski cakupan program terus meluas, Dinas Pertanian tetap melakukan pendampingan sekaligus pembenahan administrasi di tingkat bawah untuk memastikan keberadaan dan aktivitas KWT dapat berjalan secara optimal.

Advertisements

Salah satunya di Kecamatan Teluk Betung Timur. KWT baru telah dibentuk oleh penyuluh pertanian setempat dan saat ini masih dalam proses registrasi. Sementara di Kecamatan Enggal, pemetaan masih dilakukan karena wilayah tersebut belum memiliki wadah KWT.

Dedeh menyebut keberadaan urban farming memberikan dampak positif secara langsung terhadap pemenuhan kebutuhan pangan sekaligus perekonomian keluarga.

"Manfaat utamanya tentu untuk memenuhi kebutuhan pangan mandiri skala rumah tangga. Selain itu, komoditas sayuran yang ditanam di lahan terbatas juga dapat dijual sehingga memberi nilai tambah bagi penghasilan para anggota KWT," jelas Dedeh.

Untuk menjaga keberlanjutan program, Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung memberikan dukungan berupa penyaluran bantuan bibit tanaman sayuran, penyediaan pupuk, serta pendampingan dalam penerapan inovasi teknologi pertanian.


Banner Parfum Shopee

Advertisements

"Monitoring berkala juga dilakukan untuk memastikan setiap KWT tetap aktif memproduksi hasil pertanian perkotaan," tegas Dedeh.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements