Selain etika digital, keseimbangan antara aktivitas di dunia maya dan kehidupan nyata juga menjadi perhatian TP-PKK Pesbar. Remaja perlu tetap menyediakan waktu untuk belajar, beribadah, berinteraksi dengan keluarga, berolahraga, berorganisasi, dan mengembangkan hobi.
Keseimbangan tersebut dinilai penting agar penggunaan teknologi tidak mengesampingkan perkembangan sosial, pembentukan karakter, serta tanggung jawab generasi muda dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya berharap, sosialisasi ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kebiasaan berpikir sebelum berbagi, berbicara dengan santun, menjaga privasi, dan bertanggung jawab atas setiap aktivitas di ruang digital,” tandasnya.
Kegiatan yang dilaksanakan Kelompok Kerja (Pokja) I TP-PKK Kabupaten Pesbar itu diikuti tiga pelajar dan satu guru pendamping dari masing-masing 14 SMP di empat kecamatan, yakni Krui Selatan, Pesisir Tengah, Way Krui, dan Karya Penggawa.
Turut hadir Ketua I TP-PKK Kabupaten Pesbar Ny. Dea Derika Topani, S.H., M.Kn., Ketua II TP-PKK Kabupaten Pesbar Ny. Elizawati Tedi Zadmiko, S.Sos., para ketua TP-PKK kecamatan, ketua Pokja I dari 11 kecamatan, pengurus TP-PKK kabupaten, serta undangan terkait lainnya. (*)