LAMPUNG BARAT – Masyarakat Kabupaten Lampung Barat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan melalui aplikasi WhatsApp yang mencatut identitas pejabat daerah. Kali ini, nama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lampung Barat, Aliyurdin, SH., MH., digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menghubungi masyarakat.
Modus penipuan tersebut diduga memanfaatkan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Pelaku menggunakan foto dan video yang seolah-olah menampilkan sosok Aliyurdin untuk meyakinkan orang yang dihubungi.
Namun, komunikasi tersebut mulai dicurigai karena suara yang digunakan pelaku disebut berbeda dengan suara Aliyurdin yang sebenarnya. Video yang beredar pun diduga telah direkayasa atau diedit menggunakan teknologi AI.
Aliyurdin mengingatkan masyarakat, termasuk rekan-rekan yang menyimpan nomor kontaknya, agar tidak mudah percaya terhadap pesan maupun panggilan WhatsApp yang mengatasnamakan dirinya.
"Kalau ada yang menghubungi masyarakat menggunakan nama saya, jangan langsung dipercaya. Apalagi kalau dalam pembicaraan tersebut ada permintaan tertentu yang dapat merugikan atau membahayakan," tegas Aliyurdin.
Ia meminta masyarakat melakukan konfirmasi terlebih dahulu apabila menerima pesan, telepon, foto, atau video yang mencatut identitasnya. Langkah tersebut penting untuk memastikan kebenaran informasi sekaligus mencegah masyarakat menjadi korban penipuan.
Menurutnya, perkembangan teknologi membuat modus penipuan semakin beragam dan sulit dikenali. Karena itu, masyarakat perlu lebih teliti sebelum memberikan informasi, menuruti permintaan seseorang, maupun melakukan transaksi keuangan.
"Kalau ada yang mengatasnamakan saya dan meminta sesuatu, sebaiknya dikonfirmasi terlebih dahulu. Jangan sampai masyarakat menjadi korban karena percaya begitu saja," ujarnya.
Aliyurdin juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan menyebarkan atau meneruskan pesan yang belum dipastikan kebenarannya. Terlebih jika komunikasi tersebut disertai permintaan uang, data pribadi, kode OTP, atau tindakan lain yang berpotensi menimbulkan kerugian.
Masyarakat juga diminta tidak langsung percaya hanya karena sebuah akun menggunakan foto profil, video, atau identitas pejabat maupun orang yang dikenal. Jika menemukan komunikasi mencurigakan, masyarakat sebaiknya menghubungi pihak bersangkutan melalui nomor yang telah diketahui kebenarannya.
Kewaspadaan dan verifikasi menjadi langkah penting untuk mengantisipasi penipuan digital yang memanfaatkan identitas orang lain, termasuk dengan bantuan teknologi AI. (rinto)