Sementara itu, Prayitno menjelaskan bahwa kedatangannya ke acara hajatan tersebut bukan untuk tampil atau menikmati hiburan musik. Ia mengaku hadir atas undangan keluarga yang menggelar hajatan untuk membantu mengoordinasikan keamanan.
Menurut Prayitno, acara tersebut berlangsung di wilayah yang menjadi bagian dari daerah yang diwakilinya sebagai anggota DPRD. Ia juga menilai aspek keamanan perlu menjadi perhatian karena kegiatan tersebut berkaitan dengan izin keramaian.
“Saya sebagai dewan datang ke acara hajatan tersebut karena diundang oleh keluarga yang punya hajat untuk mengoordinasikan keamanan. Karena ini masih menyangkut wilayah saya sebagai dewan dan menyangkut izin keramaian sampai jam 17.00 WIB,” jelas Prayitno.
Ia membantah anggapan bahwa dirinya naik ke panggung karena ingin mendapatkan perhatian atau ikut tampil dalam acara musik.
Prayitno mengatakan, niatnya naik ke atas panggung adalah untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat, khususnya kalangan anak muda, agar menjaga keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung.
“Saya berniat naik panggung dengan telah kepada perwakilan keluarga untuk sekadar memberikan imbauan dan arahan kepada masyarakat dan anak muda yang hadir supaya menjaga keamanan dan ketertiban di acara tersebut, akan tetapi seakan tidak ada waktu karena musik DJ terus dimainkan,” ujarnya.
Menurut Prayitno, imbauan tersebut dinilai penting karena belakangan ini disebut terjadi sejumlah kasus pencurian di Pekon Manggarai.
“Terutama karena akhir-akhir ini Pekon Manggarai baru terjadi banyak kasus pencurian,” katanya.
Prayitno juga menegaskan bahwa dirinya tidak berniat bernyanyi ataupun berjoget di atas panggung. Ia menyebut kedatangannya semata-mata untuk menyampaikan pesan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Di situ saya ini bukan gila hormat atau gila panggung, mau nyanyi atau joget-joget DJ remik. Saya juga sadar dari umur saya yang bukan anak muda lagi,” tegasnya.
Meski demikian, Prayitno mengakui dirinya merasa tersinggung dengan sikap kru musik sejak awal kedatangannya. Ia menilai kru kurang menghargai kehadirannya karena musik tetap dimainkan dengan suara keras saat dirinya hendak menyampaikan imbauan.
“Tapi memang dari awal saya datang, para kru musik ini kurang menghargai kedatangan saya dan waktu saya untuk menyampaikan imbauan dengan tetap DJ-an remik dengan suara keras. Dari situ saya merasa tersinggung dan memancing emosi saya. Makanya terjadi hal tersebut,” ungkapnya.