Pos SAR Pesisir Barat Resmi Aktif, Tujuh Personel Siaga 24 Jam

Pos SAR Pesisir Barat Resmi Aktif, Tujuh Personel Rescue Siaga 24 Jam untuk Percepat Respons Pencarian dan Pertolongan
Yayan Prantoso - Jumat, 02 Okt 2026 - 12:03 WIB
Pos SAR Pesisir Barat resmi aktif sejak 1 Oktober 2026 dan bermarkas di kawasan Kuala Stabas, Kecamatan Pesisir Tengah
Pos SAR Pesisir Barat resmi aktif sejak 1 Oktober 2026 dan bermarkas di kawasan Kuala Stabas, Kecamatan Pesisir Tengah - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

PESISIR BARAT – Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pesisir Barat (Pesbar) resmi aktif sejak 1 Oktober 2026. Kehadiran Unit Siaga SAR tersebut memperkuat layanan pencarian dan pertolongan sekaligus mempercepat waktu respons terhadap kondisi yang membahayakan manusia maupun kejadian lain yang membutuhkan penanganan SAR.

Kanit Siaga SAR Pesbar, Ari Wiranata, mengatakan unit tersebut ditempatkan di kawasan Kuala Stabas, Kecamatan Pesisir Tengah. Lokasi itu menjadi titik siaga untuk mempercepat mobilisasi personel ketika menerima laporan kejadian yang membutuhkan pencarian dan pertolongan.

Dengan adanya personel yang bersiaga di wilayah Pesbar, tim dapat lebih cepat bergerak menuju lokasi kejadian tanpa harus menunggu bantuan dari wilayah lain.

“Pos SAR Pesisir Barat mulai aktif per tanggal 1 Oktober 2026. Kami di sini sebagai Unit Siaga SAR untuk mempercepat waktu respons apabila terjadi kondisi membahayakan manusia maupun kondisi lain yang membutuhkan bantuan pencarian dan pertolongan,” kata Ari saat dikonfirmasi, Jumat (2/10/2026).

Advertisements

Menurut Ari, keberadaan Unit Siaga SAR Pesbar didukung fasilitas yang telah disiapkan pemerintah daerah. Kantor di kawasan Kuala Stabas tersebut menjadi tempat personel bermarkas sekaligus menjalankan kesiapsiagaan selama bertugas di Pesbar.

Dalam pelaksanaan tugas, Unit Siaga SAR tidak bekerja sendiri. Tim akan mengedepankan sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan, termasuk unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Koordinasi lintas sektor dinilai penting dalam operasi pencarian dan pertolongan, terutama ketika menghadapi kejadian yang membutuhkan penanganan bersama.

“Alhamdulillah, kami sudah diberikan tempat untuk menjadi kantor dan bermarkas di Kuala Stabas. Kami bersama-sama dengan stakeholder terkait dan Forkopimda akan selalu bersinergi apabila ada musibah yang membutuhkan bantuan, khususnya di wilayah Pesisir Barat. Kami siap melaksanakan tugas pencarian dan pertolongan,” jelasnya.


Advertisements

Dari sisi personel, Unit Siaga SAR Pesbar diperkuat tujuh personel rescue. Tim tersebut juga dibekali sejumlah peralatan keselamatan dan penyelamatan untuk mendukung operasi di berbagai kondisi medan.

Peralatan yang tersedia mencakup perlengkapan keselamatan untuk operasi di permukaan air. Selain itu, tim membawa peralatan untuk mendukung penyelamatan di medan atau kondisi yang membutuhkan kemampuan penyelamatan dari ketinggian.

“Untuk personel, kami disiapkan rescue sebanyak tujuh orang, berikut dengan peralatan keselamatan di permukaan air. Kami juga sudah membawa peralatan untuk penyelamatan di ketinggian dan peralatan keselamatan lainnya sudah tersedia,” jelasnya.

Dengan dukungan personel dan peralatan tersebut, Unit Siaga SAR Pesbar siap menjalankan tugas selama 24 jam. Kesiapsiagaan diperlukan karena kondisi yang membutuhkan pencarian dan pertolongan dapat terjadi sewaktu-waktu.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT MLO - 4 HUT MLO - 3 HUT MLO - 2 HUT MLO - 1

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements