LAMPUNG BARAT – Dugaan keributan yang melibatkan anggota DPRD Kabupaten Lampung Barat berinisial P terjadi dalam acara musik di Pekon Manggarai, Kecamatan Air Hitam, Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 21.15 WIB. Insiden tersebut diduga melibatkan kru penyelenggara acara hingga berujung keributan di atas panggung.
Salah seorang kru yang disebut menjadi korban telah menjalani visum dan melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Sementara itu, anggota DPRD Lampung Barat Prayitno, SH, memberikan klarifikasi mengenai kronologi dan alasan kedatangannya ke lokasi hajatan.
Daru, perwakilan AuthaBarayaMusic.Event_Lampung yang bertugas sebagai pengisi acara, membenarkan adanya insiden tersebut saat dikonfirmasi, Senin (19/10/2026).
Menurut Daru, pihaknya telah menyambut kedatangan anggota dewan tersebut dengan baik. Kru acara bahkan sempat menyampaikan ucapan selamat datang sebelum yang bersangkutan duduk dan menikmati hiburan musik.
Namun, situasi kemudian berubah ketika anggota dewan tersebut disebut naik ke atas panggung dan terlibat keributan dengan salah seorang kru acara.
Daru menyebut seorang pembawa acara atau master of ceremony (MC) dari pihak Autha diduga menjadi korban dalam kejadian tersebut.
“Dia datang, duduk, tiba-tiba naik panggung, nonjok. Bingunglah, tapi korban (MC Autha) sudah visum, sudah lapor ke Polsek Sumber Jaya,” kata Daru.
Selain dugaan penganiayaan, keributan itu disebut berdampak terhadap sejumlah peralatan hiburan. Beberapa perlengkapan milik penyelenggara dilaporkan mengalami kerusakan ketika insiden berlangsung.
Pihak AuthaBarayaMusic.Event_Lampung melalui unggahan di media sosial juga meminta anggota DPRD yang bersangkutan memberikan klarifikasi dan bertanggung jawab atas kerugian akibat kerusakan peralatan.
Seorang warga yang berada di lokasi menyebut keributan diduga bermula dari persoalan panggung. Menurutnya, anggota dewan tersebut diduga tersinggung karena tidak dipanggil untuk naik ke panggung saat pertunjukan musik masih berlangsung.
“Kabarnya tersinggung karena tidak dipanggil naik ke atas panggung, karena yang punya musik kan masih tampil. Katanya begitu,” ujar warga tersebut.
Meski demikian, keterangan mengenai dugaan pemicu keributan itu masih sebatas informasi dari warga dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab utama insiden.