Meski terdengar menyeramkan, suasana di Goa Hawang justru terasa damai dan menenangkan. Kisah legenda yang berkembang di masyarakat menjadi bagian dari daya tarik wisata yang membuat pengunjung semakin penasaran untuk melihat langsung keindahannya.
Selain berenang, wisatawan juga dapat melakukan snorkeling ringan di beberapa bagian kolam yang cukup dalam. Kondisi air yang tenang tanpa arus besar membuat kawasan ini cukup aman bagi pengunjung pemula.
Cahaya alami yang masuk dari mulut gua juga membantu memberikan penerangan alami sehingga aktivitas wisata tetap nyaman dilakukan pada siang hari.
Fasilitas di sekitar Goa Hawang kini mulai berkembang untuk mendukung kenyamanan wisatawan. Di kawasan wisata tersedia kamar mandi, toilet, hingga warung sederhana yang menjual makanan dan minuman ringan.
Pengunjung juga dapat menemukan berbagai buah segar hasil kebun warga sekitar yang dijajakan di dekat pintu masuk wisata.
Untuk menuju Goa Hawang, wisatawan dapat menempuh perjalanan sekitar 30 menit dari Kota Tual maupun Bandara Karel Sadsuitubun di Langgur menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat.
Setelah tiba di area parkir, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati jalur setapak yang dikelilingi pepohonan sebelum akhirnya menuruni tangga menuju bibir gua.
Keindahan alam, kejernihan air, serta nuansa budaya dan legenda yang melekat menjadikan Goa Hawang sebagai salah satu ikon wisata unggulan di Maluku Tenggara.
Panorama eksotis yang ditawarkan kawasan ini menghadirkan pengalaman wisata alam berbeda yang sulit ditemukan di tempat lain. Tak heran jika Goa Hawang kini semakin dikenal sebagai destinasi wisata wajib saat berkunjung ke Kepulauan Kei.(*)