LOMBOK TENGAH – Keindahan alam Pulau Lombok seolah tak pernah kehilangan daya tariknya. Selain terkenal dengan garis pantai eksotis dan panorama pegunungan, pulau ini juga menyimpan kekayaan wisata air terjun yang menawan, salah satunya Air Terjun Benang Kelambu yang berada di kawasan kaki Gunung Rinjani, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Tidak hanya menawarkan panorama alam yang memikat, lokasi ini juga dikenal dengan cerita legenda yang telah hidup secara turun-temurun di tengah masyarakat. Kawasan air terjun ini diyakini pernah menjadi tempat pemandian Dewi Anjani, sosok spiritual yang dihormati dalam kepercayaan lokal dan dipercaya sebagai ibu dari Hanoman dalam epos Ramayana.
Masyarakat setempat meyakini Dewi Anjani merupakan jelmaan bidadari yang turun ke dunia. Kepercayaan tersebut membuat kawasan ini kerap dikaitkan dengan nuansa mistis yang memperkuat daya tariknya di mata wisatawan. Tak heran jika Air Terjun Benang Kelambu sering disebut sebagai “pemandian para bidadari”.
Walaupun kisah tersebut bersifat folklor, suasana alami di kawasan ini memang menghadirkan kesan magis yang sulit dijelaskan. Lingkungan yang asri dan tenang memberikan pengalaman berbeda, seolah membawa pengunjung pada imajinasi dunia lain yang penuh ketenangan.
Dari sisi visual, air terjun ini memiliki karakter yang unik dibandingkan air terjun pada umumnya. Air tidak langsung jatuh dari tebing tinggi, melainkan meresap perlahan melalui celah batu yang tertutup vegetasi hijau. Aliran tersebut membentuk tirai air lembut yang tampak berlapis di dinding batu.
Keunikan ini menjadikan Benang Kelambu sebagai salah satu destinasi ikonik di Lombok. Dengan ketinggian sekitar 40 meter, air terjun ini terdiri dari empat tingkatan aliran yang masing-masing menyajikan panorama berbeda. Setiap lapisan air terlihat seperti lembaran tipis transparan yang menciptakan efek visual menenangkan.
Ketika sinar matahari menyentuh butiran air, suasana di sekitar air terjun tampak semakin dramatis dan memikat. Kondisi ini menjadikan lokasi tersebut sebagai spot favorit bagi pemburu foto alam maupun wisatawan yang ingin menikmati kesejukan udara pegunungan.
Nama “Benang Kelambu” berasal dari bahasa Sasak, di mana “kelambu” berarti tirai atau kain penutup. Penamaan ini merujuk pada bentuk aliran air yang menyerupai tirai tipis. Masyarakat kemudian mengaitkannya dengan kisah Dewi Anjani yang dipercaya mandi di balik tirai alami tersebut.
Dari sisi aksesibilitas, lokasi air terjun ini tergolong mudah dijangkau. Wisatawan dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat hingga pintu masuk kawasan wisata. Infrastruktur jalan menuju lokasi cukup baik meskipun berada di wilayah perbukitan.
Perjalanan dilanjutkan menuju titik air terjun dengan berjalan kaki melalui jalur trekking atau menggunakan jasa ojek yang dikelola warga setempat. Bagi pencinta alam, trekking menjadi pilihan menarik karena menyuguhkan suasana pedesaan yang masih asri.
Sepanjang perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan perkebunan warga yang luas dengan berbagai tanaman seperti pisang, kopi, dan durian. Lanskap hijau ini menciptakan suasana tenang sekaligus memperkaya pengalaman wisata.
Kehadiran destinasi ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Selain bertani, warga kini terlibat dalam sektor pariwisata sebagai pemandu, pengelola fasilitas, hingga pengemudi ojek, yang membantu meningkatkan perekonomian lokal.