BANDAR LAMPUNG — Kebakaran melanda sebuah bedeng lima pintu di Jalan Ikan Paus, RT 13, Lingkungan I, Kelurahan Pesawahan, Kecamatan Teluk Betung Selatan, pada Rabu pagi.
Laporan diterima petugas pada pukul 09.46 WIB dan tim pemadam kebakaran langsung bergerak ke lokasi dengan waktu respons hanya dua menit.
Petugas dari Mako Tendean mengerahkan sembilan unit kendaraan pemadam dan dukungan 37 personel untuk menangani kebakaran. Unit pertama tiba di lokasi pada pukul 09.49 WIB, sementara proses pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 11.00 WIB setelah menghabiskan sekitar 10 tangki air.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan mengatakan, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 15 x 6 meter.
"Akibat kebakaran tersebut, sedikitnya enam kepala keluarga terdampak dengan total kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp 125 juta berdasarkan keterangan pamong setempat," ujar Anthoni.
Berdasarkan keterangan Ketua RT setempat, Herlina, api diduga berasal dari korsleting listrik pada bagian atap bedeng nomor tiga yang dihuni oleh Ranta. Kobaran api kemudian dengan cepat menyambar bangunan di sekitarnya.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Objek yang terbakar merupakan kompleks bedeng lima pintu dengan luas area terdampak sekitar 15 x 6 meter. Selain menghanguskan sebagian besar bangunan bedeng, api juga sempat menyambar bagian loteng rumah warga di sekitar lokasi. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Pada bedeng nomor satu, bagian atap dilaporkan terbakar dan tembok mengalami kerusakan. Sementara pada bedeng nomor dua, sejumlah barang berharga seperti dokumen penting, STNK, kunci kendaraan, perangkat elektronik, dan perabot rumah tangga turut terdampak.
Bedeng nomor tiga yang diduga menjadi titik awal kebakaran mengalami kerusakan dengan laporan kehilangan berupa emas, tabungan tunai, dokumen penting, serta sejumlah barang elektronik.
“Pada bedeng nomor empat dan nomor lima, kerusakan juga terjadi pada peralatan rumah tangga dan barang elektronik milik penghuni. Selain itu, bagian loteng rumah milik warga bernama Amin Supardi turut terdampak akibat rambatan api,”ucapnya.
Berdasarkan pendataan awal dari pamong setempat, masing-masing unit bedeng mengalami estimasi kerugian sekitar Rp 25 juta, sementara kerusakan pada rumah yang terdampak diperkirakan mencapai Rp 500 ribu.


