BANDAR LAMPUNG — Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana meminta aparat kepolisian segera bertindak tegas terhadap pelaku teror pocong yang belakangan viral dan menimbulkan keresahan di sejumlah wilayah Kota Bandar Lampung.
Menurut Eva, aksi yang diduga sengaja dilakukan untuk menakut-nakuti masyarakat tersebut tidak dapat dianggap sebagai candaan biasa. Selain mengganggu ketenteraman warga, tindakan itu juga berpotensi memicu kepanikan di tengah masyarakat.
“Kalau memang tertangkap, langsung diserahkan ke kepolisian. Ini sudah meresahkan masyarakat dan harus ditindak sesuai hukum yang berlaku,” tegas Eva Dwiana, Senin 1 Juni 2026.
Ia menegaskan kondisi keamanan di Kota Bandar Lampung saat ini relatif aman dan kondusif. Karena itu, masyarakat diminta tidak meniru aksi serupa yang sebelumnya sempat ramai terjadi di sejumlah daerah lain.
“Daerah kita ini sudah tenang, jadi tidak perlu ikut-ikutan hal seperti itu. Tidak bagus untuk masyarakat,” ujarnya.
Eva juga mengungkapkan aparat sempat memperoleh
petunjuk terkait identitas terduga pelaku. Namun hingga saat ini, pelaku belum berhasil diamankan.
“Informasinya sempat hampir tertangkap, tapi berhasil lolos,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Bandar Lampung memperkuat patroli keamanan di tingkat kecamatan dan kelurahan guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Ketua Forum Camat Kota Bandar Lampung, Socrat Pringgodanu, mengatakan peningkatan patroli dilakukan atas instruksi langsung Wali Kota Bandar Lampung.
Kegiatan tersebut melibatkan Satgas Kota Bandar Lampung, camat, lurah, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas.
Menurut Socrat, patroli rutin tidak hanya difokuskan untuk mencegah aksi teror pocong, tetapi juga mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan lainnya, seperti pencurian, perampokan, dan tawuran.