Presiden Prabowo Copot Kepala BGN Dadan Hindayana, Nanik Deyang Jadi Pengganti

Pemerintah melakukan perombakan BGN untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis.
Krisna Jeri - Selasa, 02 Jun 2026 - 21:48 WIB
Dadan Hindayana diberhentikan, Nanik Deyang ditunjuk memimpin Badan Gizi Nasional ke depan.
Dadan Hindayana diberhentikan, Nanik Deyang ditunjuk memimpin Badan Gizi Nasional ke depan. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Di balik perluasan cakupan program, sejumlah insiden keracunan makanan yang dialami siswa penerima manfaat sempat mencuat dan menjadi perhatian publik.

Peristiwa tersebut mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan mutu makanan, aspek keamanan pangan, serta rantai distribusi yang dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Hingga 29 Mei 2026, tercatat sebanyak 27.208 unit SPPG telah beroperasi secara nasional. Namun, sekitar 8.182 unit di antaranya sempat dihentikan sementara atau disuspensi akibat temuan pelanggaran dan kendala teknis dalam pelaksanaan program.

Situasi ini menjadi tantangan besar bagi Badan Gizi Nasional dalam menjaga standar kualitas layanan di tengah ekspansi program yang terus berlangsung secara masif.

Advertisements

Sebagai pengganti Dadan Hindayana, Presiden Prabowo menunjuk Nanik Sudaryati Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.

Selain itu, pemerintah juga menetapkan Agustina Arumsari serta Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru guna memperkuat struktur kepemimpinan dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program.

Pergantian ini menandai fase baru dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.

Pemerintah berharap kepemimpinan baru mampu menjaga kesinambungan program sekaligus memperbaiki berbagai persoalan yang muncul selama masa implementasi di lapangan.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements