Di balik perluasan cakupan program, sejumlah insiden keracunan makanan yang dialami siswa penerima manfaat sempat mencuat dan menjadi perhatian publik.
Peristiwa tersebut mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan mutu makanan, aspek keamanan pangan, serta rantai distribusi yang dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Hingga 29 Mei 2026, tercatat sebanyak 27.208 unit SPPG telah beroperasi secara nasional. Namun, sekitar 8.182 unit di antaranya sempat dihentikan sementara atau disuspensi akibat temuan pelanggaran dan kendala teknis dalam pelaksanaan program.
Situasi ini menjadi tantangan besar bagi Badan Gizi Nasional dalam menjaga standar kualitas layanan di tengah ekspansi program yang terus berlangsung secara masif.
Sebagai pengganti Dadan Hindayana, Presiden Prabowo menunjuk Nanik Sudaryati Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.
Selain itu, pemerintah juga menetapkan Agustina Arumsari serta Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru guna memperkuat struktur kepemimpinan dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program.
Pergantian ini menandai fase baru dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis.
Pemerintah berharap kepemimpinan baru mampu menjaga kesinambungan program sekaligus memperbaiki berbagai persoalan yang muncul selama masa implementasi di lapangan.