Dukungan Microsoft dan Adobe
Untuk mendukung pengembangan ekosistem AI lokal, Nvidia menggandeng Microsoft dalam proses integrasi dengan sistem operasi Windows.
Menurut Nvidia, kerja sama kedua perusahaan telah berlangsung selama sekitar tiga tahun guna memastikan kompatibilitas antara aplikasi generasi lama dan platform AI terbaru.
Selain Microsoft, sejumlah pengembang perangkat lunak juga mulai mengoptimalkan produknya untuk RTX Spark.
Adobe menjadi salah satu perusahaan yang disebut telah melakukan penyesuaian pada aplikasi seperti Photoshop dan Premiere Pro. Nvidia mengklaim performa kedua aplikasi tersebut dapat meningkat hingga dua kali lipat pada perangkat berbasis RTX Spark.
Adobe juga mulai mengembangkan integrasi yang memungkinkan aplikasi berinteraksi langsung dengan AI agent lokal melalui protokol khusus.
Tersedia dalam Tiga Varian
Nvidia mengumumkan RTX Spark akan hadir dalam tiga kategori perangkat berbeda.
1. Laptop AI
Varian ini ditujukan bagi pengguna dengan mobilitas tinggi. Meski berfokus pada efisiensi daya, laptop berbasis RTX Spark tetap menawarkan kemampuan AI lokal tanpa harus terus terhubung ke internet.
2. Desktop AI
Desktop dirancang sebagai pusat komputasi rumah pintar. Perangkat ini dapat terhubung dengan berbagai perangkat lain seperti:
- Smart TV
- Kamera keamanan
- Sistem pendingin ruangan
- Perangkat Internet of Things (IoT)
3. DGX Station
DGX Station menjadi varian paling tinggi yang ditujukan untuk pengembang AI dan kebutuhan komputasi profesional.
Spesifikasi yang diumumkan meliputi:
- Memori hingga 768 GB
- Bandwidth memori mencapai 8 TB per detik
- Dukungan menjalankan model AI berukuran sangat besar
Perangkat ini diposisikan sebagai workstation kelas premium untuk pengembangan kecerdasan buatan skala besar.
Visi Nvidia untuk Masa Depan PC
Dalam penutupan presentasinya, Jensen Huang menyampaikan visinya mengenai masa depan komputer personal.