Nvidia Perkenalkan RTX Spark, Chip AI yang Siap Ubah Masa Depan Komputer Personal

Kolaborasi Nvidia, Microsoft, dan MediaTek menghadirkan platform PC generasi baru dengan AI agent yang berjalan secara lokal.
gambar-user/JYiVWSgzPzy0COzkScRf257TVeX4ALUGscdF7APw.jpg
Budi Setiawan - Jumat, 05 Jun 2026 - 19:50 WIB
CEO Nvidia Jensen Huang menunjukkan performa laptop yang ditenagai chip RTX Spark dalam ajang GTC Taipei 2026
CEO Nvidia Jensen Huang menunjukkan performa laptop yang ditenagai chip RTX Spark dalam ajang GTC Taipei 2026 - Foto YouTube NVIDIA

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

TAIPEI – Nvidia resmi memperkenalkan prosesor terbaru bernama RTX Spark dalam ajang GTC Taipei 2026. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh CEO Nvidia, Jensen Huang, pada Kamis (4 Juni 2026) waktu setempat.

Chip baru ini dikembangkan melalui kolaborasi Nvidia bersama Microsoft dan MediaTek. Kehadirannya disebut sebagai langkah besar menuju era komputer personal berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu menjalankan berbagai tugas secara mandiri tanpa ketergantungan penuh pada layanan cloud atau koneksi internet.

Menurut Jensen Huang, RTX Spark dirancang untuk menghadirkan konsep baru yang disebut sebagai Agentic Runtime, yaitu lingkungan komputasi yang memungkinkan AI agent bekerja langsung di perangkat pengguna.

"Perubahan ini akan menjadi salah satu lompatan besar dalam dunia komputasi personal, mirip dengan transisi dari ponsel konvensional menuju smartphone," ujar Huang dalam presentasinya.

Advertisements

Spesifikasi Nvidia RTX Spark

RTX Spark menggabungkan sejumlah teknologi terbaru Nvidia dalam satu platform komputasi.

Beberapa spesifikasi utama yang diumumkan antara lain:

  • GPU berbasis arsitektur Blackwell RTX
  • 6.144 CUDA Cores
  • Performa AI hingga 1 Petaflop
  • CPU Grace 20-core hasil kolaborasi dengan MediaTek
  • Teknologi interkoneksi NVLink
  • Memori terpadu (unified memory) 128 GB
  • Fabrikasi 3 nanometer dari TSMC
  • Sekitar 70 miliar transistor dalam satu chip

Menurut Nvidia, kombinasi tersebut memungkinkan RTX Spark menangani beban kerja AI, pemrosesan data besar, hingga aplikasi kreatif tingkat lanjut secara lebih efisien.

Hadirkan AI Agent yang Berjalan Secara Lokal

Salah satu fokus utama RTX Spark adalah kemampuan menjalankan AI agent langsung di komputer pengguna.

Advertisements

Nvidia menilai masa depan komputasi akan semakin bergantung pada Large Language Model (LLM) yang berfungsi sebagai asisten digital cerdas. AI agent ini nantinya dapat memahami perintah kompleks, berinteraksi secara natural, hingga membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan secara otomatis.

Dalam demonstrasi yang ditampilkan Nvidia, AI agent mampu membantu proses desain arsitektur hanya berdasarkan sketsa sederhana dan deskripsi teks dari pengguna.

Sistem kemudian secara otomatis:

  1. Membuat model bangunan awal.
  2. Membuka aplikasi desain yang diperlukan.
  3. Melakukan koreksi kesalahan secara mandiri.
  4. Menyusun elemen bangunan seperti pintu dan jendela.
  5. Memindahkan proyek ke aplikasi rendering.
  6. Menghasilkan visual realistis menggunakan model AI generatif.

Seluruh proses tersebut diklaim berjalan secara lokal melalui sistem sandbox yang dirancang untuk menjaga keamanan data pengguna.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements