Kasus TBC di Bandar Lampung Masih Rendah, Ribuan Penderita diduga Belum Terdeteksi

Dinas Kesehatan Bandar Lampung berpacu meningkatkan deteksi dini demi mencapai target eliminasi TBC tahun 2030.
Krisna Jeri - Kamis, 11 Jun 2026 - 20:50 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Meski demikian, Dinas Kesehatan menegaskan penurunan angka tidak menjadi alasan untuk mengendurkan upaya pencarian kasus.

Sebagai daerah pilot project percepatan eliminasi TBC, Kota Bandar Lampung menargetkan pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Program TBC sebesar 100 persen. 

Untuk mendukung target tersebut, pemerintah daerah telah menerbitkan Peraturan Wali Kota tentang Rencana Aksi Daerah Percepatan Penanggulangan TBC, membentuk Tim Percepatan Penanggulangan TBC melalui Surat Keputusan Wali Kota, serta menetapkan sejumlah Kelurahan Siaga TBC.

“Untuk menunjang program penanggulangan TBC menuju eliminasi tahun 2030, pemerintah daerah telah menerbitkan Perwali Rencana Aksi Daerah, membentuk Tim Percepatan, menetapkan Kelurahan Siaga, mengintegrasikan skrining dengan layanan kesehatan, memantau pengobatan, serta melakukan investigasi kontak,” jelas Muhtadi.

Advertisements

Pada 2026, program penanggulangan TBC di Bandar Lampung diperkuat dengan dukungan anggaran Rp3,52 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Kementerian Kesehatan. 

Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung sarana pemeriksaan suspek TBC yang disalurkan ke daerah dalam bentuk barang.

Dengan masih lebarnya selisih antara target dan capaian, Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung kini berpacu dengan waktu.

Fokus diarahkan pada peningkatan deteksi dini, perluasan skrining, serta memastikan seluruh pasien menjalani pengobatan hingga tuntas sebagai bagian dari target eliminasi TBC nasional pada 2030.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements