BANDAR LAMPUNG – Upaya percepatan penanggulangan tuberkulosis (TBC) di Kota Bandar Lampun masih menghadapi tantangan signifikan. Hingga Juni 2026, capaian penemuan dan pengobatan kasus belum memenuhi target yang ditetapkan pemerintah pusat.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, jumlah pasien TBC yang sedang menjalani pengobatan baru mencapai 1.318 orang, atau sekitar seperempat dari target nasional sebanyak 5.292 kasus sepanjang 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, menyampaikan bahwa total kasus TBC yang berhasil ditemukan dan ternotifikasi hingga semester pertama 2026 mencapai 1.587 kasus.
“Kasus yang ternotifikasi atau ditemukan dan tercatat di fasilitas kesehatan Kota Bandar Lampung sebesar 1.587 kasus, dan yang sedang dalam pengobatan sebanyak 1.318 kasus,” kata Muhtadi saat dimintai keterangan, Kamis 11 Juni 2026.
Meski angka penemuan terus bertambah, capaian tersebut dinilai masih jauh dari target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat.
Selain target penemuan kasus, Dinas Kesehatan juga dibebani penjaringan 24.485 suspek TBC sepanjang 2026. Namun hingga pertengahan tahun, jumlah suspek yang berhasil diperiksa baru mencapai 9.680 orang.
Kondisi ini mengindikasikan masih banyak warga yang berpotensi belum tersentuh proses skrining maupun pemeriksaan TBC secara menyeluruh.
Muhtadi mengakui bahwa penemuan kasus baru masih menjadi tantangan terbesar dalam upaya percepatan eliminasi TBC.
“Penemuan kasus baru TBC belum mencapai target 90 persen. Selain itu, stigma terhadap penyakit TBC di masyarakat juga masih menjadi tantangan,” ujarnya.
Stigma negatif tersebut membuat sebagian warga enggan memeriksakan diri karena khawatir dikucilkan atau dianggap membawa penyakit menular berbahaya.
Di sisi lain, jumlah kasus TBC pada semester pertama 2026 tercatat menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada semester pertama 2025, jumlah kasus yang ditemukan mencapai 2.449 kasus, sedangkan tahun ini tercatat 1.587 kasus.